MALANG, RADAR MALANG – Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tak hanya menjadi panggung perebutan trofi paling bergengsi di dunia. Pertandingan ini juga melahirkan momen viral di kalangan pendukung Barcelona, yakni "cinta segitiga".
Candaan tersebut muncul karena banyak penggemar Barcelona atau yang akrab disebut culers berada dalam posisi serba salah. Di satu sisi, ada Lionel Messi, legenda terbesar dalam sejarah klub yang membela Argentina. Di sisi lain, berdiri generasi baru La Masia seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, Gavi, Pedri, hingga Marc Cucurella yang menjadi tulang punggung Timnas Spanyol.
Bagi para pendukung Barcelona, final ini bukan sekadar duel dua negara. Ini adalah pertarungan antara masa lalu dan masa depan klub yang mereka cintai.
Messi merupakan simbol kejayaan Barcelona selama lebih dari satu dekade. Sementara Lamine Yamal digadang-gadang sebagai pewaris takhta sang megabintang dan kini menjadi wajah baru Blaugrana bersama para lulusan La Masia lainnya.
Tak heran jika media sosial dipenuhi konten bernada lucu seperti "Selamat hari raya idul Barca!", hingga meme yang menggambarkan fans Barcelona sedang galau memilih Messi atau Yamal.
Fenomena ini semakin menarik karena hampir seluruh pemain kunci Spanyol merupakan bagian dari ekosistem Barcelona, baik jebolan La Masia maupun mantan pemain Blaugrana. Sementara Argentina masih dipimpin oleh Messi, sosok yang telah memberikan hampir seluruh gelar bergengsi untuk klub asal Catalunya tersebut.
Terlepas dari siapa yang nantinya mengangkat trofi, satu hal yang tak terbantahkan adalah dominasi Barcelona di final kali ini. Dari Lionel Messi hingga Lamine Yamal, dari legenda hingga generasi penerus, jejak Blaugrana kembali menghiasi panggung terbesar sepak bola dunia.
Bagi para culers, mungkin inilah final paling sulit untuk memilih keberpihakan. Sebab apa pun hasilnya nanti, hati mereka seolah terbagi menjadi dua. Messi tetaplah legenda, sementara Yamal adalah harapan masa depan.
Editor : Aditya Novrian