RADAR MALANG – Piala Dunia 2026 telah usai dengan Spanyol keluar sebagai juara. Di sisi lain, Argentina harus pulang setelah menelan pil pahit kekalahan sekaligus gagal mempertahankan gelar mereka. Lionel Messi yang selalu membawa keajaiban di lapangan, kali ini harus menerima kenyataan yang tak berpihak pada La Albiceleste.
Bermain Terpuruk, Statistik Buruk
Laga final yang digadang-gadang akan menyajikan adu strategi dua raksasa dunia itu ternyata diwarnai catatan-catatan buruk dari penampilan Argentina sepanjang laga. Hingga drama final usai, tim asuhan Lionel Scaloni hanya menguasai 32% bola dengan hanya membukukan dua tembakan tanpa ada yang mengarah ke gawang. Mirisnya, percobaan tembakan pertama mereka baru terjadi di menit ke-116.
Sementara itu, pasukan Spanyol berhasil menguasai 60% bola dengan melepaskan 20 percobaan tembakan, dan 12 di antaranya mengarah ke gawang Emiliano Martinez.
Baca Juga: Prediksi EA Sports Kembali Terbukti! Lima Edisi Piala Dunia Beruntun Tepat Tebak Juara
Berbanding terbalik dengan penguasaan bola dan upaya menyerang, Argentina unggul dalam membuat pelanggaran. Tercatat, sebanyak 25 pelanggaran dilakukan Tim Tango sepanjang laga, dengan enam di antaranya menghasilkan kartu kuning.
Statistik Argentina semakin diperburuk dengan satu kartu merah yang dihadiahkan wasit ke Enzo Fernandez usai melanggar Pau Cubarsi dengan keras di menit ke-93. Messi dkk pun harus bertahan lebih keras dengan 10 pemain tersisa hingga babak tambahan waktu.
Kalah di Pertempuran Terakhir
Perjalanan Argentina untuk menuju ke babak final terbilang selalu manis dan penuh keajaiban. Sejak memulai fase grup, mereka menampilkan pertunjukan terbaik dengan tak pernah sekalipun mengalami kekalahan. La Albiceleste berhasil keluar sebagai juara grup dengan 9 poin di tangan usai mengalahkan Aljazair 3-0, Austria 2-0, dan Yordania 3-1 di Grup J.
Baca Juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Ferran Torres Jadi Penentu, Argentina Takluk 1-0 di Final Dramatis
Memasuki fase gugur, La Albiceleste seperti selalu diselimuti keberuntungan. Bertemu dengan tim debutan Cape Verde di babak 32 besar hampir membuat Argentina malu hingga satu gol bunuh diri pemain Cape Verde membuat Argentina unggul 3-2 dan melaju ke 16 besar.
16 besar mempertemukan Argentina dengan perwakilan Afrika, Mesir. Argentina tertinggal 2-0 lebih dulu, namun berhasil comeback hingga memenangi pertandingan penuh kontroversi itu dengan skor 3-2. Begitu juga di laga perempat final melawan Swiss. Argentina baru memenangi laga 3-1 di extra time usai tertahan imbang 1-1 di waktu normal.
Di semifinal, Argentina baru berjumpa dengan tim 10 besar FIFA. Mereka berhadapan dengan Inggris di semifinal dan hampir kalah 1-0 sebelum keajaiban menit terakhir lagi-lagi datang. Argentina berhasil menuju final dengan kemenangan 2-1 usai menciptakan gol di menit ke-85 dan 92.
Baca Juga: Di Balik Duel Pamungkas Argentina vs Spanyol, Guru dan Murid Kembali Berjumpa
Kali Ini Keajaiban Tak Bekerja seperti Biasa
Selama ini, Argentina selalu mendapat keajaiban dan merebut kembali kemenangan yang hampir digenggam lawan. Sayangnya, di pertempuran terakhir mereka, keberuntungan mungkin tertahan di suatu tempat. La Albiceleste harus bertahan keras dengan sepuluh pilar tersisa, mencoba menahan serangan Spanyol yang semakin bertubi-tubi. Dan Messi, hanya bisa menyaksikan dinding pertahanan mereka terkoyak tanpa satupun keajaiban lahir dari kakinya.
Menang Pertempuran, Kalah Perang
Argentina memenangkan setiap pertempuran menuju final. Akan tetapi, sebanyak apapun kemenangan itu, tak pernah benar-benar membuat mereka menang dalam perang. Perang yang baru benar-benar berakhir ketika peluit panjang berbunyi untuk terakhir kali.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber