Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Usai Tes Psikologi, Bacawabup Malang Didik Pijati Didik

Shuvia Rahma • Kamis, 10 September 2020 | 18:25 WIB
Didik Gatot Subroto memijat pundak Didik Budi Muljono di sela makan siang usai tes psikologi di RSSA kemarin. Sementara Sanusi terlihat mengabadikan momentum itu dengan memotret pakai HP-nya. (Darmono / Radar Malang)
Didik Gatot Subroto memijat pundak Didik Budi Muljono di sela makan siang usai tes psikologi di RSSA kemarin. Sementara Sanusi terlihat mengabadikan momentum itu dengan memotret pakai HP-nya. (Darmono / Radar Malang)
MALANG – Bakal Calon Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto memijat pundak kompetitornya, Didik Budi Muljono. Pemandangan ini terjadi di sela tes psikologi pasangan bakal calon bupati Malang di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) kemarin (9/9).

Saat itu, pasangan Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) makan duluan di meja yang sudah ditentukan. Sesaat kemudian, giliran pasangan Lathifah-Didik Budi Muljono (Ladub) menyusul makan. Melihat pasangan Ladub sedang makan, SanDi langsung menghampiri sambil senyam-senyum.

Tidak diduga Didik Gatot langsung memegang pundak Didik Budi Muljono dan memijatnya. Mungkin karena geli, Didik Budi terlihat cengar-cengir merasakan pijatan calon rivalnya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020 mendatang itu.

Tak mau kehilangan momentum, Sanusi bak fotografer profesional, dia langsung mengambil HP dan menyalakan kameranya untuk mengabadikan peristiwa itu. Sanusi mengambil gambar dari beberapa sudut.

Sementara Lathifah yang makan berhadapan dengan Didik Budi Muljono juga rupanya sadar kamera. Tahu kalau Sanusi sedang ambil gambar, dia langsung menunjukkan sate yang dia pegang dan diarahkan ke kamera Sanusi. Mereka pun tertawa riang. Suasana begitu cair. Kejadian itu berlangsung sekitar dua menit.

”Iya tadi saya sempat foto-foto dengan Pak Sanusi. Tadi Pak Sanusi ambil foto dan video juga,” ungkap Lathifah ditemui usai tes psikologi.

Menurut dia, persaingan merebut jabatan Bupati Malang tidak boleh dihadapi dengan saling menjatuhkan lawan. Apalagi saling serang. Sehingga suasana pilkada tetap adem. ”Harus tetap baik, tetap teman. Dulu waktu maju wakil bupati yang ngawal rekom Pak Sanusi kan saya,” terang calon bupati yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Lathifah mengaku tidak terlalu kesulitan dalam mengerjakan soal-soal tesnya. ”Kalau sulitnya sih tidak, karena kita sudah mengenali soal-soal itu waktu pemilihan legislatif beberapa bulan lalu,” terang Lathifah Shohib. Dia mengaku jenis-jenis soalnya kurang lebih sama hanya saja untuk soal-soal yang baru saja dia kerjakan lebih mendalam.

Setelahnya seluruh paslon juga melakukan tes wawancara dengan para psikolog. ”Saya ditanyai tentang aktivitas apa yang saya lakukan sebelum mencalonkan diri menjadi calon Bupati Malang,” sambungnya.

Terpisah dengan Lathifah, calon wakil bupati Didik Budi Muljono selesai melewati tes lebih dulu. ”Semua diikuti prosesnya, tes psikolog, psikiater, dan soal-soal lainnya,” terang Didik Budi Muljono usai menjalani tes.

Senada dengan Lathifah, dirinya juga mengaku tidak terlalu kesulitan mengerjakan soal. Karena dia sudah pernah menjalani tes serupa 2017 lalu. Saat itu dia tengah menjalani tes untuk posisi sekretaris daerah.

Setelah tes selesai, Didik optimistis bisa memenangkan pilkada ini. ”Mudah-mudahan lebih dari 70 persen suaranya,” imbuhnya. Sementara itu, sayangnya paslon SanDi tidak berhasil ditemui oleh awak media. Menurut informasi, pasangan tersebut mengambil jalan keluar lain dari pintu keluar utama rumah sakit.


Pewarta : Intan Refa Septiana Editor : Shuvia Rahma
#pilbup malang 2020 #lathifah-didik #Sanusi didik #Pilkada 2020 Kabupaten Malang #pilkada 2020