“Kami akan mempertahankan dan memperbaiki mutu, sehingga lebih baik,” katanya. Ada beberapa program yang dicanangkan Bachtiar. Salah satunya adalah pelayanan kesehatan secara online. Mulai sistem antrean, pembelian obat, hingga pemeriksaan. Dengan demikian, pelayanan kesehatan bisa berlangsung lebih efektif. Sementara dari segi fisik, dia mengatakan, saat ini RSSA sedang melakukan beberapa pembangunan. Di antaranya gedung manajemen, sterilisasi, paviliun, rehab medik terpadu, forensik, dan tempat pelayanan utama. “Untuk pembangunan tahap dua akan dilakukan tahun 2023 ini,” terang dokter spesialis konsultasi onkologi tersebut. Di samping itu, pihaknya juga berupaya meningkatkan pelayanan publik.
Komitmen pelayanan publik tersebut, terutama dalam hal komitmen bebas korupsi. “Pelayanan publik dan program unggul selama kepemimpinan dr Kohar akan kami lanjutkan. Seperti operasi bedah jantung terbuka,” imbuhnya. Di tempat lain, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan selamat atas pelantikan direktur definitif RSSA. Terlebih, RSSA sebagai rujukan regional merupakan mitra dinkes.
Selama ini, katanya, kerja sama juga senantiasa terbina antara RSSA dan dinkes. Dengan adanya direktur baru, Husnul berharap kerja sama tetap berjalan. Misalnya dalam kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). “Kami ada beberapa kerja sama seperti rujukan di bidang tuberkulosis dan HIV/Aids. Itu kan viral load-nya ada di RSSA,” tandas mantan Direktur RSUD Kota Malang itu. (mel/dan) Editor : Mardi Sampurno