Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Proyek Pemkot Malang, 2025 Rehab Drainase di Kelurahan Purwantoro

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 17:41 WIB

TAMPUNG ASPIRASI: Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bantuan saat menggelar kegiatan Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe) di Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, kemarin (2/8).
TAMPUNG ASPIRASI: Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bantuan saat menggelar kegiatan Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe) di Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, kemarin (2/8).

Sering Sebabkan Banjir, Alokasi Dana Mencapai Rp 5 M

MALANG KOTA - Keluhan terkait drainase menjadi topik pembahasan dalam agenda Ngobrol Mbois Ilakes (Ngombe) di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing kemarin (2/8).

Warga meminta perbaikan gorong-gorong di wilayah Kelurahan Purwantoro hingga Pandanwangi.

Menindaklanjuti itu, Pemkot Malang memastikan bila rehabilitasi akan dilakukan pada 2025.

Baca Juga: Pembangunan Drainase di Jalan Soehat Kota Malang Masih Buram

Sebagai informasi, Ngombe merupakan kegiatan yang diinisiasi Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Itu merupakan program pemerintah yang langsung turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dan keluhan.

Ngombe di Keluarga Pandanwangi merupakan yang ke-14 kalinya.

Permintaan rehabilitasi drainase disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Ponisam.

Menurutnya, ketika terjadi hujan lebat, di RW 12 Kelurahan Pandanwangi sering terjadi banjir.

Luapan air dari kelurahan di sekitarnya menjadi penyebabnya.

”Air biasanya membawa sampah. Kami harap ada pelebaran drainase,” terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto menuturkan, banjir di Pandanwangi memang disebabkan aliran drainase di Kelurahan Purwantoro yang terlalu sempit.

Dia memastikan bila rehabilitasi gorong-gorong itu sudah masuk rencana Pemkot Malang.

”Sesuai rencana, kami akan kerjakan tahun 2025,” terangnya.

Dia menerangkan, panjang saluran drainase yang akan diperlebar mencapai 630 meter.

Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 5 miliar.

”Selain drainase di Purwantoro, gorong-gorong di Simpang LA Sucipto juga mendapat perhatian,” sambung Dandung.

Untuk di lokasi tersebut, pemkot tidak melakukan rehabilitasi.

Baca Juga: Optimistis Bebas Banjir pada 2028, Pj Wali Kota Malang Periksa Kondisi Drainase

Hanya dilakukan normalisasi atau pembersihan saluran drainase dari tumpukan sampah.

Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menambahkan, kegiatan Ngombe itu terbukti mampu menjawab aspirasi masyarakat.

Menurutnya, langkah yang diambil selama ini banyak didasarkan pada keresahan masyarakat yang disampaikan dalam agenda tersebut.

”Setiap Ngombe paling banyak itu keluhannya terkait drainase. Dari situ kami langsung cari pemecahan masalahnya,” kata Wahyu.

Namun untuk penanganan banjir, dia menyatakan bila problem itu tidak bisa langsung beres.

Harus dilakukan secara bertahap. Sebab banyak fasilitas yang perlu diperhatikan.

Di sisi lain, ketersediaan anggaran dan skala prioritas juga harus disusun pemkot. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kelurahan purwantoro #proyek #Pemkot Malang #2025 #rehab drainase