Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penolakan Duet Salaf Meluas di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang

Mahmudan • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 16:59 WIB

Ratusan peserta aksi yang mengatasnamakan Poros Perjuangan memadati halaman kantor DPC PDIP Kabupaten Malang kemarin
Ratusan peserta aksi yang mengatasnamakan Poros Perjuangan memadati halaman kantor DPC PDIP Kabupaten Malang kemarin

Poros Perjuangan Menggelar Aksi di Kantor DPC PDIP

KEPANJEN - Suara penolakan terhadap duet Sanusi-Lathifah Shohib (Salaf) meluas.

Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kepanjen menyampaikan kekecewaan atas munculnya salinan rekom PKB untuk pasangan Salaf, kemarin (16/8).

Ratusan simpatisan menggelar aksi di kantor DPC PDIP Kabupaten Malang. Peserta aksi yang mengatasnamakan Poros Perjuangan itu menolak duet Salaf.

Baca Juga: PDIP Kepanjen Malang Tolak Duet Sanusi-Lathifah

Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, ratusan orang memadati halaman kantor DPC PDIP di Kepanjen.

Mengenakan pakaian serba merah, kemudian membentangkan spanduk berisi tuntutan.

Di antara ratusan peserta aksi tersebut, ada Ketua PAC PDIP Dau Suwaji.

Dia menyampaikan, para kader prihatin karena salah satu kader terbaik PDIP justru mendapatkan rekomendasi dari partai politik (parpol) lain.

Karena itu, dia bersama pengunjukrasa lainnya meminta DPP memberikan rekom untuk H M. Sanusi dan berpasangan dengan Gunawan Wibisono HS.

“Karena kalau Pak Sanusi direkom partai lain lebih dulu, kemudian PDIP juga merekomendasikan, mau tidak mau PDIP dianggap partai pendukung. Bukan partai pengusung,” ujar Suwaji di sela menggelar aksi.

Jika dua bakal calon itu nanti menolak, dia sebagai kader PDIP berharap, Gunawan yang menerima rekom dari DPP PDIP sebagai N1, sebutan untuk kursi bupati Malang.

“Tapi, kami kaderkader lama tetap akan taat dan patuh kepada keputusan ketua umum (Megawati Soekarnoputri)” ucap Suwaji.

Sebelumnya beredar salinan rekom untuk pasangan Sanusi-Lathifah.

Surat rekomendasi tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekretaris jenderal Hasanuddin Wahid.

Beredarnya surat rekom tersebut menuai penolakan dari PAC PDIP Kepanjen.

Terpisah, Ketua PAC PDIP Kepanj en Suyanto menyampaikan, penolakan tersebut disuarakan agar PDIP tidak kehilangan momentum pada Pilkada 2029 mendatang.

Sebab jika Sanusi berpasangan dengan Lathifah dan menang, pada 2029 Sanusi tidak bisa mencalonkan lagi sebagai bupati.

Sehingga Lathifah yang notabene kader PKB bisa melenggang sebagai petahana.

Baca Juga: Survei LSI: Elektabilitas Sanusi-Lathifah 64 Persen

Kondisinya akan berbeda ketika PDIP memberikan rekomendasi satu paket untuk pasangan Sanusi-Gunawan.

Jika pada pilkada 2024 Sanusi menang dan tidak bisa mencalonkan lagi pada Pilkada 2029, PDIP masih mempunyai figur, yakni Gunawan.

Anggota DPRD provinsi Jatim itu bisa melenggang sebagai petahana.

Karena itu dia berharap Sanusi berpasangan dengan Gunawan.

Dia juga menilai PDIP tidak akan kehilangan figur pada 2029 jika Gunawan direkom sebagai N1.

“Karena jika Abah Gunawan terpilih, tahun 2029 nanti masih bisa mencalonkan lagi,” kata dia.

Menanggapi aspirasi para kader tersebut, Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada DPP PDIP.

Dia juga mengharapkan aspirasi tersebut dapat diterima DPP.

“Harapannya, wakil bupatinya kalau bisa, dimohon dari PDI Perjuangan,” kata Didik yang kini menjabat wakil Bupati Malang itu.

Terkait rekom Sanusi yang sudah turun dari PKB, Didik menyebutkan bahwa itu sebagai bagian kerja sama partai.

Artinya, Sanusi sebagai kader sudah berkomunikasi dengan kader PKB yaitu Lathifah Shohib.

“Namun secara keseluruhan, kami kembalikan kepada ketua umum yang berwenang memberi rekomendasi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#duet #Salaf #penolakan #DPC PDIP Kabupaten Malang #Meluas