Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keputusan Nasdem Tak Masuk Kabinet Prabowo-Gibran

Aditya Novrian • Kamis, 17 Oktober 2024 | 23:30 WIB
Ketum NasDem, Surya Paloh (IDPOST.CO.ID)
Ketum NasDem, Surya Paloh (IDPOST.CO.ID)

RADAR MALANG - Sebelum pelantikan presiden terpilih Prabowo-Gibran pada Minggu (20/10/2024) mendatang.

Prabowo mengumumkan susunan kabinetnya serta memanggil para calon menteri ke kediamannya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta, untuk mengonfirmasi kesediaan mereka menjadi menteri dan wakil menteri yang dipilih.

"Jadi, hari ini hanya untuk mengonfirmasi. Saya ingin memastikan apakah mereka bersedia atau tidak membantu saya di bidang yang saya tawarkan. Alhamdulillah, semuanya menyatakan kesanggupan," ujar Prabowo pada Senin (14/10/2024).

Dari pengumuman dan pemanggilan yang dilakukan, Prabowo membentuk 49 kementerian.

Seperti diketahui, Prabowo akan membentuk "zaken kabinet," yaitu kabinet yang terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing.

Namun, dari pemanggilan calon menteri yang dilakukan, tidak ada perwakilan dari Partai NasDem.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menyebut bahwa alasan Partai NasDem tidak bergabung dengan kabinet Prabowo-Gibran adalah soal etika dan kepantasan.

"Soal etika dan kepantasan saja, karena memang NasDem bukan partai pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 lalu," ujar Wakil Ketua Umum Partai NasDem.

Sekjen Partai NasDem, Hermawi Taslim, memberikan keterangan bahwa Partai NasDem memilih untuk tidak bergabung dalam kabinet Prabowo-Gibran.

Hermawi mengaku bahwa Prabowo sempat menghubungi dan bertanya tentang kandidat menteri dari Partai NasDem.

Namun, keputusan Partai NasDem tetap tidak bergabung.

Ia juga menegaskan bahwa Partai NasDem akan tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hermawi menekankan bahwa keputusan untuk tidak memberikan kandidat menteri bukanlah bentuk penolakan terhadap pemerintahan.

"Keputusan untuk tidak bergabung adalah keputusan partai," tegasnya.

"Kami mendukung sepenuhnya pemerintahan ini. Namun, atas dasar banyak pertimbangan, kami memutuskan untuk tidak masuk dalam kabinet. Menurut kami, gagasan dan pemikiran yang kami sumbangkan jauh lebih penting," ujar Hermawi.

(Septi Alina)

Editor : Aditya Novrian
#NasDem #Tak Masuk #Kabinet #Prabowo Gibran