MALANG KOTA – Dari 108 tokoh yang dipanggil presiden terpilih Prabowo Subianto, ada sosok mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Fauzan MPd.
Mantan Rektor UMM ini mendatangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Selasa lalu (15/10).
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, mantan Rektor UMM Fauzan mengaku mendapat empat amanah dari Prabowo.
”Pertama, saya diminta membantu beliau dalam pemerintahan yang akan beliau pimpin,” kata Fauzan, kemarin (16/10).
Guru besar di bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia itu digadang-gadang bakal menjadi wakil menteri di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Namun, Fauzan belum mau bercerita banyak soal posisi dan kontribusinya di pemerintahan Prabowo.
”Nanti Pak Prabowo yang akan mengumumkan,” tambahnya.
Pesan kedua, Fauzan diminta untuk bekerja keras dan humanis dalam melayani masyarakat.
Pesan selanjutnya, dia diminta setia dan bersedia berkorban untuk bangsa dan negara.
Pesan keempat, dia dilarang keras melakukan korupsi sekecil apa pun karena rakyat Indonesia butuh hidup sejahtera.
Pemanggilan Fauzan itu bukan tanpa alasan.
Dia memiliki banyak kontribusi.
Seperti menjadi Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M) yang berjalan di berbagai daerah.
Fauzan juga pernah mencetuskan program Center of Excellence (CoE) dan Center for Future Work (CFW) yang menjembatani mahasiswa dengan sektor industri.
Selain Fauzan, ada lima tokoh lain dari Muhammadiyah yang juga dipanggil.
Mereka adalah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah Fajar Riza Ul Haq, dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Selain itu, ada juga Jubir Prabowo sekaligus mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dr Dahnil Anzar Simanjuntak ME, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2000-2002 Raja Juli Antoni PhD.
Abdul Mu’ti kabarnya didapuk menjadi calon menteri pendidikan.
Sementara Fajar Riza Ul Haq disebut-sebut bakal mengisi kursi wakil menteri pendidikan.
Dosen Departemen Politik, Pemerintahan, dan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB) Adhi C Fahadayna mengakui kalau Fauzan memiliki potensi kuat sebagai calon wakil menteri.
Sebab, Fauzan sebelumnya dipercaya menjadi Wakil Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
”Selain sebagai Wakil TKN, beliau juga dari kalangan profesional. Sehingga memiliki bargaining politik,” ucapnya.
Adhi melanjutkan, sebagian besar yang dipanggil masih orang-orang kepercayaan Prabowo yang membantu saat kampanye.
Jika dikalkulasikan, 40 persen di antaranya merupakan orang partai.
Sementara 60 persen lainnya dari kalangan profesional.
Komposisinya, menurut Adhi, hampir sama dengan periode awal kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla.
”Saat itu, keduanya ingin menunjuk orang-orang kredibel yang bisa menjalankan program. Terutama pada 100 hari pertama kerja,” imbuhnya. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana