MALANG KOTA - Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode 2016-2024 Prof Dr Fauzan MPd masuk susunan kabinet Presiden RI Prabowo Subianto.
Prof Fauzan resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dia dilantik bersama 55 wakil menteri lainnya di Istana Negara, Minggu lalu (20/10).
Prof Fauzan akan mengisi kursi pimpinan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama dua sosok.
Posisi Menteri ditempati Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Sementara wakil menteri ada dua orang.
Selain Prof Fauzan, ada Prof Stella Christie.
Pasca dilantik, Fauzan menyebut kalau dia ingin menyelesaikan dua pekerjaan rumah (PR).
Yakni menata internal kementerian dan meningkatkan capaian di tingkat internasional.
”Secara garis besar, dua PR itu yang menurut saya penting,” ucap dia, kemarin (21/10).
Di tataran internal, Fauzan menyebut perlunya mengkaji sumber daya manusia (SDM).
Salah satunya Beban Kerja Dosen (BKD), yang beberapa waktu terakhir banyak dikeluhkan.
Untuk mengetahui persoalan-persoalan yang ada di internal maupun eksternal, pihaknya akan belanja masalah.
Itu bisa dilakukan kalau ada kesamaan dasar pemikiran antara dirinya, Prof Stella Christie, dan Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Dengan demikian, penyelesaian persoalan tidak berjalan parsial.
”Kami sudah sedikit banyak menyamakan dasar dan membangun teamwork,” kata Fauzan.
Terlebih dengan Prof Satryo yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi pada 1999-2007.
Dia mengaku sudah mengenal lama mantan Ketua Jurusan Teknik Mesin ITB itu.
Sehingga tidak ada kendala dalam menyamakan visi misi.
Komunikasi yang terjadi di antara keduanya juga tetap berjalan baik.
Setelah melakukan belanja masalah, pihaknya akan merumuskan berbagai program.
Baik program jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
Sejauh ini, pembahasan baru bersifat general.
Sementara itu, saat pelantikan, Presiden Prabowo juga berpesan agar seluruh jajaran kementerian bisa menjadi problem solver.
Tujuannya untuk menyelesaikan kondisi-kondisi yang terjadi di Indonesia.
Usai pelantikan, Prof Fauzan bersama jajaran menjalani serah terima, kemarin (21/10).
Kemudian dilanjutkan mengikuti pembekalan sampai 27 Oktober mendatang.
Dia berharap bisa berkontribusi untuk menyiapkan pendidikan tinggi yang mampu menjawab tantangan ke depan. (mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana