RADAR MALANG - Debat kedua untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur telah dilangsungkan pada Minggu (03/11) malam.
Pada sesi ketiga debat terbuka calon wakil gubernur, Lukmanul Hakim, cawagub nomor urut 01, menanyakan penilaian kinerja pemerintahan sebelumnya kepada cawagub nomor urut 03, Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Gus Hans tampak santai dan tidak terpancing untuk membahas kekurangan masa lalu.
Baca Juga: Mensos Risma Siapkan Klinik Usaha untuk Penerima PENA
"Saya tahu arah pertanyaannya, dan insyaallah saya tidak akan terpancing untuk menjawab," katanya sambil tersenyum.
Ia menekankan bahwa fokusnya adalah masa depan Jawa Timur, bukan permasalahan di masa lalu.
"Karena yang saya pikirkan adalah masa depan, yang di belakang tidak usah dilihat," tegasnya.
Gus Hans kemudian mengungkapkan pandangannya tentang inovasi dalam birokrasi. Menurutnya, transparansi, keterlibatan masyarakat, dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif dan bersih.
“Ini semua tidak bisa terjadi kalau kita tidak mulai dari diri kita sendiri. Kepala pemerintahan harus menjadi teladan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kebersihan moral dari para pemimpin untuk memastikan birokrasi berjalan baik. Menurutnya, kepala pemerintahan tidak bisa hanya sekadar menyuruh perangkatnya untuk “bersih” sementara diri sendiri belum berintegritas.
“Birokrasi sehebat apapun tidak akan berjalan efektif tanpa integritas dari para pemimpinnya. Kita butuh top leader yang mampu memberikan contoh serta membawa inovasi-inovasi baru,” tambah Gus Hans.
Sementara itu, Lukmanul Hakim berpendapat bahwa pilkada harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah sebelumnya.
“Birokrasi selama ini masih banyak yang perlu dikoreksi. Pilkada ini adalah sebuah momentum untuk mengevaluasi dan mengoreksi pemerintahan ini selama ini berjalan,” katanya. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian