Kepala Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan keyakinannya bahwa arus investasi Amerika Serikat (AS) di Indonesia akan meningkat seiring dimulainya masa jabatan kedua Presiden Donald Trump awal tahun depan.
“Dengan karakter Trump yang pragmatis, saya rasa arus investasi AS ke Indonesia bisa lebih baik,” ujar Luhut usai menghadiri 12th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta (26/11).
Luhut menjelaskan bahwa potensi investasi AS di Indonesia sangat bergantung pada bagaimana pemerintah mampu memberikan fasilitas dan kemudahan kepada investor.
Ia menekankan pentingnya penyederhanaan regulasi agar tidak menjadi hambatan. "Kita harus memanfaatkan peluang dari AS di bawah kepemimpinan Trump dengan memperbaiki proses perizinan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BK Perdag) Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai kemenangan Trump pada pemilihan presiden AS dapat berdampak pada ekspor Indonesia. Trump diperkirakan akan memberlakukan tarif tambahan 10–20 persen pada barang impor ke AS.
Meski begitu, Fajarini mencatat tren ekspor Indonesia ke AS tetap meningkat selama periode pertama Trump pada 2017–2021 dan bahkan mencapai surplus.
Tren tersebut berlanjut di bawah kepemimpinan Joe Biden. Ia berharap kebijakan Trump pada periode mendatang tidak terlalu memengaruhi kinerja ekspor Indonesia secara signifikan.
Di sisi lain, ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengingatkan pemerintah untuk memperkuat ekonomi domestik.
Ia menjelaskan bahwa hubungan kurang harmonis antara Trump dan China dapat memicu kembali perang dagang yang akan berdampak pada permintaan produk dari negara lain, termasuk Indonesia.
“Produk tekstil Indonesia, misalnya, bisa terkena dampak signifikan. Ini perlu diantisipasi agar pertumbuhan ekonomi tidak terganggu oleh tekanan dari perdagangan luar negeri,” jelas Nailul.
Dengan tantangan dan peluang yang ada, pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memaksimalkan potensi kerja sama dengan AS. (silv)
Editor : Aditya Novrian