Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gara-Gara Bertemu Jokowi, Efendi Simbolon Dipecat dari PDI Perjuangan

Aditya Novrian • Senin, 2 Desember 2024 | 17:30 WIB

 

Efendi SImbolon (Jawa Pos)
Efendi SImbolon (Jawa Pos)

RADAR MALANG - Kabar mengejutkan datang dari dunia politik Indonesia, Effendi Simbolon, seorang politisi senior dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), resmi dipecat dari partainya.

Pemecatan ini terjadi setelah Effendi diketahui bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang dianggap melanggar prinsip dan nilai-nilai partai.

Pertemuan antara Effendi Simbolon dan Jokowi terjadi di tengah masa Pilkada 2024.

Menurut Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, pertemuan tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius karena Jokowi mendukung pasangan calon kepala daerah yang berbeda dengan usungan PDIP, terutama di DKI Jakarta.

"Pak Effendi Simbolon ini bertemu dan berkomunikasi dengan Pak Jokowi. Ini beda persoalan kalau dengan yang lain-lain, dengan tokoh politik yang lain, tetapi ini bertemu dengan Pak Jokowi, sebelum mengambil suatu langkah politik yang berbeda dengan rekomendasi partai," ujar Seno.

PDIP dikenal sebagai partai yang sangat disiplin dan tegak lurus dalam menjalankan prinsip-prinsipnya.

Pemecatan Effendi Simbolon melalui proses demokrasi di internal partai, di mana setiap kader yang melanggar prinsip partai harus menghadapi konsekuensi yang tegas.

"Maka dalam kasus Pak Effendi Simbolon ini, partai tidak pernah sekalipun tidak tegas dalam mengambil sikap apabila berkaitan dengan prinsip-prinsip value itu," tambah Seno.

Selain pertemuan dengan Jokowi, Effendi Simbolon juga diketahui mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono dalam Pilkada Jakarta 2024.

Hal ini berseberangan dengan rekomendasi partai yang mengusung Pramono Anung-Rano Karno.

Langkah politik Effendi ini dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap keputusan partai dan menjadi salah satu alasan utama pemecatannya.

Pemecatan Effendi Simbolon menimbulkan berbagai reaksi dari publik dan internal partai.

Beberapa kader PDIP mendukung langkah tegas partai, sementara yang lain merasa bahwa keputusan ini terlalu keras.

Namun, Aryo Seno menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga integritas dan konsistensi partai dalam menjalankan prinsip-prinsipnya.

Editor : Aditya Novrian