RADAR MALANG - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan pentingnya integritas dalam kepemimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Puan meminta pimpinan dan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terpilih untuk fokus memberantas korupsi tanpa ada politisasi dalam proses penegakan hukumnya.
Pernyataan ini disampaikan usai pengesahan lima pimpinan dan lima Dewan Pengawas KPK periode 2024-2029 dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (5/12).
"Jangan ada politisasi dalam penegakan korupsi. Semua harus bertujuan untuk memitigasi dan memberantas korupsi sebaik-baiknya," ujar Puan.
Sebelumnya, Komisi III DPR telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 10 calon pimpinan dan 10 calon Dewas KPK pada 18-21 November 2024.
Setiap calon menjalani proses seleksi selama 90 menit. Hasilnya, lima nama pimpinan dan lima nama Dewan Pengawas terpilih melalui pemungutan suara anggota Komisi III DPR.
Baca Juga: Anggota DPR Usulkan Perpanjangan SIM hingga STNK Berlaku Seumur Hidup
Lima pimpinan KPK yang terpilih adalah Setyo Budiyanto, Fitroh Rohcahyanto, Ibnu Basuki Widodo, Johanis Tanak, dan Agus Joko Pramono.
Sementara itu, Dewan Pengawas KPK periode 2024-2029 diisi oleh Benny Jozua Mamoto, Chisca Mirawati, Wisnu Baroto, Gusrizal, dan Sumpeno.
Menurut Puan, setelah pengesahan oleh DPR, hasil ini akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melantik para pimpinan dan Dewan Pengawas KPK.
"DPR telah menyelesaikan mekanismenya. Selanjutnya kami serahkan kepada Presiden," tutup Puan.
Ia juga menegaskan bahwa latar belakang para calon tidak menjadi persoalan selama mereka kompeten, profesional, dan amanah dalam menjalankan tugas. (Mahija)
Editor : Aditya Novrian