RADAR MALANG. Beredar di media sosial X tentang curhatan salah satu SPG yang mengalami pelecehan oleh anggota DPRD Kabupaten Cirebon. Pemilik akun @ind** bercerita melalui utas di X.
“Mahmud Jawa anj**!! berani-berani lu ngelece**in gw pas kerja di kantor lu sendiri, pu***!!,” tulis dia sebagai kalimat pembuka.
Lebih lanjut di bercerita kronologi kejadian berawal saat dirinya dan para teman SPG lainnya mengikuti sebuah acara pada Jumat (6/12).
Baca Juga: Kasus Kontroversi Agus, Penyandang Disabilitas yang Terlibat Kasus Pelecehan Seksual
Mereka dipanggil oleh Mahmud diminta masuk ke kantor DPRD Kabupaten Cirebon. Pemilik akun tersebut dan teman SPG lainnya bergegas masuk karena menganggap Mahmud akan membeli produk yang mereka bawakan.
Namun, ketika sampai pada kantor tersebut, pembicaraan berubah pada ajakan untuk karaoke. Pemilik akun tersebut juga bercerita bahwa pandangan Mahmud tidak biasa melihat dia dan teman-temannya.
Lalu dia ditarik secara paksa dan diciu** pada pipi bagian kanan dan kiri, serta pada bibirnya. Tidak hanya itu, Mahmud juga sampai memegang bagian yang seharusnya.
Baca Juga: 4 Korban Pelecehan Seksual di Malang Cabut Laporan
“Narik paksa dan langsung cium pipi kanan kiri bahkan bibir. Pegang pan**at sambil bilang kamu kalo saya pake mau dibayar berapa?”.
Mendengar kalimat itu, dia sontak kaget dan takut. Lebih lanjut lagi dia menulis “Aku spontan nolak dan berontak. Tapi aku ga smpt rekam apapun,”
Tidak berhenti disitu, Mahmud meminta teman SPG lainnya untuk menemani karaoke. “kamu bisa dipake ga?? Mau berapa? Soalnya tadi In** bilang katanya gabisa,” ucap Mahmud kepada teman pemilik akun tersebut.
Lebih lanjut dia menyatakan bahwa mereka merasa menyesal tidak merekam kejadian tersebut untuk dijadikan bukti adanya pelec**han. “Kita semua shock, aku nge-freeze. Ngerasa be**go, kenapa tadi ga rekam.”
(Silvia)
Editor : Aditya Novrian