RADAR MALANG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklaim bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) mereka, Hasto Kristiyanto, memiliki beberapa video yang mengungkap skandal besar terkait pejabat negara.
Juru bicara PDIP, Guntur Romli, menyatakan bahwa video-video tersebut mencakup berbagai skandal, mulai dari korupsi hingga penyalahgunaan wewenang.
Guntur Romli juga menyebut bahwa Hasto memiliki video yang menunjukkan upaya kriminalisasi terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Menurut Guntur, video-video tersebut memiliki daya ledak yang luar biasa dan dapat mengungkap berbagai penyalahgunaan kekuasaan.
Ia menambahkan bahwa video-video tersebut telah diamankan di luar negeri untuk menjaga keamanannya.
PDIP menegaskan bahwa video-video tersebut akan dirilis sesuai dengan keinginan Hasto Kristiyanto.
Guntur Romli menyebut bahwa video-video tersebut dapat diungkap kapan saja sesuai dengan keputusan Hasto.
Klaim ini muncul setelah Hasto Kristiyanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap terkait pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR.
PDIP menilai bahwa penetapan Hasto sebagai tersangka merupakan bentuk kriminalisasi dan upaya untuk mengacak-acak partai menjelang Kongres VI PDIP.
Guntur Romli menegaskan bahwa PDIP akan tetap kooperatif dan menaati proses hukum yang berjalan.
Namun, mereka juga meminta agar KPK tidak melakukan politisasi hukum dalam menangani kasus ini.
Penetapan Hasto sebagai tersangka menambah daftar panjang kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di Indonesia.
PDIP berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan. (Dwi Jaya Saputra)
Editor : Aditya Novrian