SURABAYA – Pembangunan SMP negeri baru di Kelurahan Jeruk dan Gunung Anyar Tambak dipastikan tetap berjalan.
Hanya saja ada masalah yang dihadapi Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya.
Masalah itu adalah belum ada Lokasi yang cocok.
Beberapa aset masih ditinjau untuk menyesuaikan lokasi sesuai kebutuhan masyarakat. Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh enggan menyebut pembangunan dua SMP baru itu dibatalkan.
Masih ada kendala teknis yang belum selesai.
Lokasi lahan aset mana yang bakal digunakan masih belum fixed.
”Lokasinya harus strategis dan mudah di jangkau.
Nah mencari seperti ini banyak pertimbangan,” ujarnya, kemarin (3/6).
Dia juga belum memastikan apakah pelaksanaan pembangunannya dianggarkan lagi dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pertengahan tahun atau tahun 2026.
”Kami tahu betul warga di sana juga butuh.
Karena lokasi sekolah juga jauh.
Kami harap segera ada titik temu,” terangnya.
Sekretaris Dispendik Surabaya Putri Aisyah Mahanani menyebut, tiga SMP negeri segera masuk ke proses lelang.
Bulan April sudah bisa berjalan dan ditargetkan selesai sebelum tutup tahun 2024.
“Targetnya 2026 sudah bisa beroperasi dan melaksanakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SMPB). Anggarannya Rp 9 miliar per sekolah,” paparnya.
Dirinya mengungkapkan penambahan sekolah itu juga telah dikomunikasikan oleh sekolah swasta.
Sehingga keberadaan SMP negeri baru ini tidak memberikan dampak bagi sekolah swasta.
Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya meminta, dispendik memfasilitas renovasi bangunan sekolah.
Dalam APBD 2025 sempat dianggarkan Rp 163,41 miliar untuk pembangunan gedung.
Kemudian anggaran untuk renovasi skala sedang hingga berat Rp 6,3 miliar.
Ada juga anggaran untuk mengganti sarana pendidikan seperti meja, kursi, papan tulis.
Anggarannya mencapai Rp 7,2 miliar.
”Sekolah harus peduli dan jeli jika ada perlengkapan belajar mengajar yang sudah tidak layak maka segera ajukan penggantian.
Agar suasana sekolah bisa tetap nyaman,” ujarnya. (ata/gal/adn)
Editor : A. Nugroho