RADAR MALANG - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan industri tekstil tetap tumbuh meski ada pabrik bangkrut.
Dalam Konferensi Pers APBN KiTA, ia menyebut sektor TPT tumbuh 4,3% pada 2024.
Angka ini menunjukkan ketahanan industri manufaktur Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa meskipun ada perusahaan yang bangkrut, industri TPT tetap mengalami pertumbuhan sebesar 4,3 persen.
Baca Juga: Eks Kapolres Ngada Resmi Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur, Ini Kronologinya
Ia membandingkan capaian ini dengan 2023 saat sektor TPT turun hingga minus 2%.
Momentum positif terlihat di Januari 2025 dengan pertumbuhan ekspor TPT sebesar 3,8%.
Sri Mulyani juga memaparkan data pertumbuhan sektor alas kaki yang mencapai 17% di awal 2025.
Menurutnya, produksi dan aktivitas manufaktur di Indonesia mampu bertahan meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga: KPK Update Status Ridwal Kamil dalam Kasus Korupsi BJB Rp 222 Miliar
Ia menambahkan bahwa beberapa sektor manufaktur bahkan menunjukkan pertumbuhan, termasuk logam dasar dan elektronik.
Meski tidak menyebut nama pabrik, publik mengetahui Sritex Group resmi tutup 1 Maret 2025.
Penutupan ini berdampak pada 11.025 buruh yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
PHK tersebar di empat anak usaha, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk dan PT Primayudha Mandirijaya.
Ada juga PT Sinar Pantja Djaja dan PT Bitratex Industries yang terkena dampaknya.
Sri Mulyani berharap momentum pertumbuhan manufaktur bisa terus dijaga untuk memperkuat perekonomian nasional.
Ia menekankan bahwa optimisme terhadap pertumbuhan industri ini harus terus dirawat bersama. (rsy)
Editor : Aditya Novrian