RADAR MALANG - Dedi Mulyadi, mantan Bupati Purwakarta dan politisi yang kini aktif di Jawa Barat, mengumumkan rencana kontroversial untuk menangani siswa bermasalah.
Dalam pernyataannya dilansir dari media lain, ia berencana mengirim siswa yang dianggap "nakal" atau problematik.
Seperti yang terlibat tawuran, minum-minuman keras, atau tindakan melawan hukum lainnya, ke barak militer untuk menjalani pembinaan selama 6 bulan.
Program ini akan melibatkan TNI dan Polri, dengan siswa dijemput langsung oleh anggota militer menggunakan mobil dinas.
Dikutip dari media lain, rencana ini pertama kali diungkapkan Dedi pada 21 April 2025, dan kini tengah disusun dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak terkait.
Menurut Dedi, langkah ini diambil untuk mendisiplinkan generasi muda yang dianggap semakin sulit dikendalikan.
Dedi menyebut, selama 6 bulan, siswa akan menjalani pelatihan fisik, mental, dan disiplin ala militer.
Baca Juga: Pramono Anung Tetapkan Pajak BBM 5% untuk Kendaraan Pribadi dan 2% untuk Umum di Jakarta
Ia yakin metode ini efektif untuk “mengembalikan” siswa ke jalan yang benar.
Namun, rencana ini menuai pro dan kontra.
Sebagian pihak mendukung sebagai solusi tegas untuk menekan kenakalan remaja, tetapi banyak juga yang mengkritik.
Beberapa pengguna di platform X menyatakan kekhawatiran, menyebut pendekatan ini terlalu ekstrem dan berpotensi melanggar hak anak.
“Ini kebodohan, anak butuh pendidikan, bukan militerisasi,” tulis salah satu pengguna X.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Jabar atau Kementerian Pendidikan terkait rencana tersebut.
Pemerintah daerah dan pihak terkait masih akan membahas detail program ini, termasuk aspek legalitas dan dampak psikologis bagi siswa.
Masyarakat diminta menunggu informasi resmi lebih lanjut. (rsy)
Editor : A. Nugroho