Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jaga Investasi, Pemkot Malang Gelar Apel Siaga Bentuk Satgas Antipremanisme

A. Nugroho • Sabtu, 24 Mei 2025 | 17:02 WIB
ANTISIPASI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama perwakilan Polresta Malang Kota dan organisasi masyarakat menandatangani nota kesepahaman antipremanisme dan ormas bermasalah di Balai Kota Malang
ANTISIPASI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama perwakilan Polresta Malang Kota dan organisasi masyarakat menandatangani nota kesepahaman antipremanisme dan ormas bermasalah di Balai Kota Malang

MALANG KOTA - Pencegahan aksi premanisme mulai digencarkan di Kota Malang. Hal itu ditandai dengan apel siaga yang digelar Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, dan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) di Balai Kota Malang kemarin (23/5) Dalam waktu dekat juga akan dibentuk satuan tugas (satgas) antipremanisme dan ormas bermasalah.

Apel kemarin diawali dengan pembacaan deklarasi oleh peserta dan tamu undangan yang dipandu langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antipremanisme dan ormas bermasalah.

Setelah apel, Wahyu menuturkan bahwa pembentukan satgas merupakan tindak lanjut dari apel yang dilakukan kemarin. Langkah itu diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.

”Pembentukan satgas itu sesuai dengan instruksi Mendagri.Berbagai ormas hari ini juga melaksanakan deklarasi,” jelasnya.

Setelah satgas terbentuk, langkah selanjutnya adalah melakukan patroli di titik-titik rawan tindakan premanisme maupun ormas bermasalah. Mereka juga akan melakukan pembinaan kepada ormasormas yang ada di Kota Malang.

”Saya tetap mengharapkan ormas memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah. Bukan kritik yang bersifat destruktif,” tutur Wahyu.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu menambahkan, ancaman terbesar masuknya investasi adalah situasi keamanan yang tidak stabil. Salah satunya bisa datangdari ulah premanisme ormasormas bermasalah. Jika hal semacam itu terjadi di Kota Malang, kepercayaan investor Untuk  menanamkan modal akan menurun.

”Sudah banyak kejadian investasi batal masuk karena adanya premanisme. Untuk itu perlu menjaga kondusifitas agar investor percaya,” pintunya.

Wahyu mengungkapkan, capaian investasi di Kota Malang pada 2024 lalu mampu melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dia berharap kinerja yang sama bisa tercapai pada tahun ini.

”Investasi tahun 2024 sekitar Rp 2,8 triliun. Ini bukti bahwa Kota Malang punya daya Tarik investasi yang kuat. Apalagi jika situasinya terus dijaga kondusif,” pungkas alumnus ITN Malang itu.

Editor : A. Nugroho
#Kota Malang #Satgas Antipremanisme #pemkotmalang #ormas