MALANG KOTA – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan roda pemerintahan tidak akan terganggu meskipun Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Erik Setyo Santoso harus mengikuti agenda retret nasional yang digelar pemerintah pusat dalam waktu dekat.
Sebagai antisipasi kekosongan jabatan strategis itu, Wahyu menyatakan telah menyiapkan nama-nama kandidat Pelaksana Harian (Plh) Sekda. Menurutnya, keputusan soal Plh tinggal menunggu momentum dan pertimbangan akhir.
”Sudah kami siapkan opsinya. Seperti waktu sekda menunaikan ibadah haji, pemerintahan tetap jalan. Nanti saya pertimbangkan siapa Plh-nya,” ujarnya kemarin (27/6).
Wahyu menegaskan, jabatan sekda sangat penting dan tidak bisa dibiarkan kosong, walaupun hanya dalam hitungan hari. Sekda disebutnya sebagai aktor kunci dalam menggerakkan program strategis pemerintah daerah maupun pusat.
”Sekda itu sebenarnya orkestrator kebijakan. Mereka yang menyambungkan dan menjalankan program pusat ke daerah. Begitu pula sebaliknya,” lanjutnya.
Karena itu, Wahyu menilai retret sekda yang akan diikuti seluruh sekda tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia sangat krusial. Ia mendukung penuh pelaksanaan kegiatan itu, sebagai upaya menyelaraskan kebijakan nasional dengan eksekusi teknis di daerah.
”Retret ini memberi ruang bagi sekda untuk memahami arah kebijakan nasional secara utuh. Supaya ada sinkronisasi dari pusat hingga ke daerah,” tegas Wahyu.
Lebih jauh, Wahyu menegaskan pentingnya posisi sekda dalam menjabarkan visi kepala daerah kepada seluruh perangkat dinas. Termasuk memastikan mana program yang perlu dipercepat, ditunda, maupun ditindaklanjuti secara lintas sektor.
”Sekda yang menentukan mana yang prioritas dan bagaimana implementasinya. Itu sebabnya posisi Plh juga harus tepat,” pungkasnya. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho