Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Konflik Thailand vs Kamboja Makin Panas! Apa yang Sebenarnya Terjadi?

A. Nugroho • Jumat, 25 Juli 2025 | 21:46 WIB
PERANG: Konflik perang Thailand dengan Kamboja semakin memanas.
PERANG: Konflik perang Thailand dengan Kamboja semakin memanas.

RADAR MALANG - Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali pecah. Konflik terbuka setelah serangkaian baku tembak terjadi di wilayah perbatasan kedua negara. Insiden ini memanas kembali, karena sengketa lama yang selama ini nyaris terlupakan.

 

Puncak ketegangan terjadi pada Kamis (24/07), ketika militer Thailand meluncurkan serangan udara terhadap pos perbatasan militer Kamboja. Langkah ini diambil sebagai respons atas ledakan ranjau darat yang menyebabkan dua prajurit Thailand kehilangan kaki hanya dalam waktu kurang dari sepekan. Lalu militer Thailand menuduh Kamboja menggunakan artileri dan sistem roket BM-21 buatan Rusia dalam bentrokan sebelumnya.

 

Konflik ini menarik perhatian masyarakat internasional, khususnya setelah insiden tragis tersebut. Hubungan diplomatik antara kedua negara pun memburuk. Ketakutan akan pecahnya perang skala penuh di Asia Tenggara mulai menghantui berbagai pihak, termasuk negara-negara tetangga dan organisasi internasional.

 

Ketegangan sebenarnya sudah mulai meningkat sejak Mei lalu, saat seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak singkat dengan pasukan Thailand di wilayah sengketa yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud yaitu kawasan rawan yang menjadi titik pertemuan perbatasan antara Thailand, Kamboja, dan Laos. wilayah yang diperebutkan yaitu sekitar Kuil Preah Vihear, dan klaim atas sumber daya alam di wilayah perbatasan.

 

Meski sebelumnya pimpinan militer kedua negara sempat menyatakan niat untuk meredakan situasi, akan tetapi tindakan provokatif justru terus berlanjut. Thailand dilaporkan telah memperketat pengawasan di pos perbatasan, membatasi lalu lintas warga, serta mengancam akan memutus aliran listrik dan akses internet ke kota-kota perbatasan Kamboja.

 

Perseteruan ini berakar dari sejarah panjang dan kompleks antara kedua negara, yang mencakup kerja sama sekaligus rivalitas. Garis perbatasan sepanjang 817 kilometer antara Thailand dan Kamboja yang sebagian besar dipetakan pada masa kolonial Prancis saat menjajah Kamboja. Namun, Thailand menolak mengakui batas wilayah yang ditetapkan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) tersebut, termasuk pada sejumlah situs penting seperti candi kuno yang berada di zona sengketa.

 

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan. Dunia internasional menyerukan deeskalasi dan mediasi, namun kedua pihak masih saling tuding dan memperkuat posisi militernya di perbatasan.

 

Akibat dari genjatan senjata ini, Thailand melaporkan sebanyak 15 orang meninggal dunia, 14 di antaranya warga sipil dan satu tentara. Lalu 100.000 warga telah dievakuasi dari wilayah konflik di Thailand. Sedangakan dari pihak Kamboja melaporkan mengatakan satu warga sipil tewas dan lima lainnya luka-luka, sementara sebanyak 1.500 keluarga dievakuasi. (run)

Editor : A. Nugroho
#Thailand #perang #Kamboja #konflik