Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ketua DPD Golkar Kota Malang Biarkan Kantor Tersegel

Mahmudan • Kamis, 18 Desember 2025 | 18:20 WIB
FOKUS KONSOLIDASI: Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang di Jalan Panglima Sudirman yang disegel sejumlah kader sejak Minggu lalu (14/12) belum dibuka hingga kemarin (17/12).
FOKUS KONSOLIDASI: Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang di Jalan Panglima Sudirman yang disegel sejumlah kader sejak Minggu lalu (14/12) belum dibuka hingga kemarin (17/12).

MALANG KOTA – Empat hari ini kantor DPD Partai Golkar Kota Malang masih tertutup rapat. Dua bambu menyilang menandai kantor di Jalan Pangima Sudirman, Klojen, masih dalam kondisi disegel. Ketua terpilih DPD Golkar Kota Malang Djoko Prihatin masih belum berencana membuka segel tersebut.

Seperti diberitakan, kantor DPD disegel oleh sejumlah kader pada Minggu malam (14/12). Penyegelan merupakan wujud kekecewaan kader terhadap musyawarah daerah (musda) yang menetapkan Djoko Prihatin sebagai ketua. Para kader yang kecewa tersebut menengarai ada permainan elite partai yang sudah mempunyai skenario memilih Djoko.

Dikonfirmasi terkait masih tersegelnya kantor DPD, ketua terpilih DPD Partai Golkar Djoko Prihatin mengatakan, sementara belum ada rencana membuka segel. Pihaknya masih membiarkan hal itu sebagai dinamika di internal Golkar Kota Malang.

"Saran dari pengurus pusat, hendaknya dibiarkan saja dulu. Mungkin masih ada sisi emosional dari para kader," ujarnya di sela agenda di Jakarta kemarin. Saat ini, Djoko fokus pada konsolidasi internal. Pertama, yang akan dilakukan adalah menyusun formatur pengurus DPD.

Mulai dari pengurus utama di tingkat kota. Kemudian kecamatan dan kelurahan. "Saya juga akan sowan ke pendahulu, seperti Pak Sofyan Edi Jarwoko sebagai ketua sebelumnya. Arahan dari pusat, meminta saya langsung bekerja, menyiapkan struktur di bawah dan program yang akan dilakukan," jelas Djoko yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang itu.

Ditanya tentang isu musda tandingan, Djoko mengaku tidak khawatir. Sebab, dia sudah dikukuhkan secara sah oleh pengurus provinsi.

Hal itu lanjut Djoko, merupakan sebuah legitimasi yang membuat dia menjadi orang nomor satu di Golkar Kota Malang saat ini. "Jika ada musda tandingan, syarat sahnya itu harus disetujui oleh pengurus satu tingkat di atas atau provinsi. Sedangkan provinsi sudah menyetujui saya, sehingga itu (tandingan) hanya membuang waktu dan materi," ungkapnya.

Untuk itu, Djoko akan mencoba bertemu dengan beberapa kader yang masih menolak penetapan dirinya sebagai ketua. Hal ini sesuai dengan arahan pengurus pusat. "Saya akan merangkul mereka. Intinya sama-sama ingin memajukan Golkar Kota Malang," pungkas pengusaha yang bergerak di bidang barber shop itu. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#DPD Partai Golkar #tandingan #malang #Musda