RADAR MALANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lana, menyampaikan bahwa keluarga dari bocah Sekolah Dasar (SD) yang telah meninggal dunia karena bunuh diri di Kabupaten Ngada tidak tercatat dalam daftar keluarga penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Masalah ini muncul akibat adanya kendala dalam pengelolaan data administrasi kependudukan (4/2).
Gubernur NTT telah menjelaskan bahwa adanya perpindahan domisili keluarga korban dari Nagakeo ke Kabupaten Ngada, belum diikuti dengan pembaruan data administrasi penduduk, sehingga keluarga korban tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah. Kondisi seperti ini disebut sebagai kegagalan sistem pengamanan sosial yang harus segera dibenahi.
Gubernur NTT juga menegaskan kepada seluruh Kepala Daerah, Camat, Lurah, Kepala Desa, RT/RW, hingga tokoh agama, adat, pemuda serta perempuan untuk sigap mencari warga miskin yang namanya belum terdata dan segera menyelesaikan administrasinya. Ia juga tidak ingin menyalahkan siapa pun penyebab orang tua korban tidak menerima bantuan tersebut. Gubernur NTT berharap ke depannya kejadian serupa ini tidak terulang kembali di kemudian hari.
Tidak hanya di Kabupaten Ngada, Gubernur NTT juga menegaskan semua Kepala Daerah benar-benar mencatat keluarga miskin yang layak untuk menerima bantuan sosial. Pemerintah daerah sudah melakukan diskusi, nantinya akan membangun rumah yang layak huni bagi keluarga korban serta memberikan bantuan materil yang lainnya.
Selain hal itu, Gubernur NTT juga memajukan pembentukan mekanisme dengan respon yang cepat, termasuk opsi dana darurat sosial agar bantuan dapat segera diberikan tanpa melalui prosedur birokrasi yang cukup rumit ketika situasi yang serupa terjadi. Ia juga berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir, serta pemerintah dapat mengidentifikasi masalah sosial sejak awal demi mencegah terjadinya korban anak-anak di NTT akibat kemiskinan dan kelalaian dari sistem.
Penulis : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian