Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Diterpa Tekanan Global, PDIP Meminta Pemerintah Perkuat Strategi Ekonomi

Aditya Novrian • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:39 WIB
Said Abdullah dalam diskusi tertutup soal strategi ekonomi di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (11/2). (Instagram: @mh_said_abdullah)
Said Abdullah dalam diskusi tertutup soal strategi ekonomi di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (11/2). (Instagram: @mh_said_abdullah)

RADAR MALANG – PDI Perjuangan (PDIP) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengulas isu ekonomi dengan menghadirkan sejumlah ahli di bidang ekonomi, fiskal, dan moneter di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (11/2). Diskusi tersebut bertujuan untuk menentukan arah masa depan ekonomi bangsa di tengah tantangan global yang dibilang tidak mudah.

Indonesia masih mempunyai pekerjaan rumah yang dinilai berat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, pemberantasan kemiskinan, dan penguatan pendidikan serta teknologi. Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah meninjau tekanan ekonomi global yang dinilai semakin kuat akhir-akhir ini. Said juga memberikan catatan mengenai tekanan eksternal dari lembaga keuangan global seperti MSCI, Moody’s, hingga FTSE yang mulai menunjukkan pandangan negatif terhadap pasar Indonesia.

Selanjutnya, Said meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) segera menyelenggarakan rapat koordinasi guna menyusun langkah mitigasi yang konkret dalam menghadapi potensi tekanan pada kuartal pertama dan kedua tahun ini.

Ia juga secara khusus menyoroti persoalan tata kelola di pasar modal, termasuk komitmen pemenuhan free float sebesar 15 persen yang belum terlaksana, serta praktik coordinated trading behavior atau yang kerap disebut sebagai “goreng saham”.Ia menekankan bahwa pentingnya menjaga (trust) investor melalui transparansi di bursa saham daripada hanya sekadar membanggakan angka pertumbuhan ekonomi. Selain itu, turut disoroti adanya anomali ketika pertumbuhan ekonomi diklaim mencapai 5,11 persen, penerimaan negara justru mengalami shortfall.

Said juga menegaskan bahwa  Mei 2026 berpeluang menjadi momen yang krusial seiring adanya sejumlah evaluasi dan pandangan dari lembaga pemeringkat global. Maka dari itu, Ketua Badan Anggaran DPR RI meminta Presiden untuk memastikan independensi Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar tetap terjaga dalam menjalankan fungsi stabilitas secara optimal.

Penulis: Anna Tasya Enzelina

Editor : Aditya Novrian
#ekonomi #fgd #PDIP