RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026, di Washington, D.C., Amerika Serikat. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja beliau di negara Amerika Serikat.
Para investor tersebut merupakan CEO dan presiden dari sejumlah perusahaan investasi terkemuka di dunia, dengan total aset kelola (assets under management/AUM) yang diperkirakan mencapai sekitar USD 15 triliun.
Rosan Perkasa Roeslani, yang menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, mengungkapkan bahwa agenda yang awalnya direncanakan berlangsung selama satu jam tersebut akhirnya berjalan hampir dua jam karena pembahasan yang berlangsung dinamis dan produktif.
“Diskusinya tadi cukup panjang, kurang lebih dua jam. Dari yang tadinya hanya diperkirakan satu jam, karena diskusinya very fruitful, very productive,” jelas Rosan dalam keterangan pers, dikutip Rabu (25/2).
Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperkuat iklim investasi, serta komitmen untuk pemerintah dalam menjaga stabilitas dan menjamin kepastian hukum.
Pembahasan selanjutnya dilakukan secara tatap muka antara Presiden dan masing-masing pimpinan perusahaan guna mendalami peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan ke depan nantinya.
Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan bahwa keberadaan Danantara memperoleh respons yang sangat positif dari para investor internasional. Mereka memandang Danantara mempunyai peluang besar untuk berperan sebagai mitra strategis domestik dalam berbagai skema penanaman modal, baik untuk proyek di dalam negeri maupun pada level global.
“Mereka juga mempunyai potensi sebagai local partner Danantara dan itu memberikan kenyamanan dan confidence juga, karena kita bisa bersama-sama berinvestasi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar Indonesia,” jelasnya, dilansir dari JawaPos.com.
Penulis Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian