RADAR MALANG – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan pasokan energi. Ia menegaskan pasokan energi nasional tetap aman karena Indonesia memiliki sumber energi alternatif yang berasal dari kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat dan akses pasokan yang dikelola oleh PT Pertamina dari Venezuela.
"Kalau dari segi energi, karena kebetulan kita sudah tanda tangan ART (Agreement of Reciprocal Trade), memang suplai dari energi kita sudah juga melakukan MoU dengan Amerika Serikat dan juga Pertamina punya akses di Venezuela," ujar Airlangga, dikutip dari JawaPos.com, Kamis (5/3).
Berdasarkan dokumen kesepakatan dagang resiprokal antara Indonesia dan AS, Indonesia berkomitmen untuk membeli komoditas energi dari AS senilai sekitar USD 15 miliar. Nilai tersebut meliputi impor liquefied petroleum gas (LPG) sebesar USD 3,5 miliar, minyak mentah sebesar USD 4,5 miliar, serta bensin hasil kilang sebesar USD 7 miliar.
Baca Juga: Antisipasi Krisis Perang Global, Pemerintah Bangun Storage Baru untuk Cadangan BBM Nasional
Pemerintah juga senantiasa memantau perkembangan keadaan global yang sulit untuk diperkirakan. Airlangga mengungkapkan, pemerintah Indonesia saat ini lebih siap untuk menghadapi ketidakpastian dengan belajar dari kenaikan harga energi yang disebabkan oleh konflik Rusia dan Ukraina.
Sebelumnya, kondisi pasokan energi nasional menjadi sorotan setelah ditutupnya Selat Hormuz, salah satu jalur utama pengiriman minyak dunia, sebagai imbas dari serangan AS dan Israel terhadap Iran. Selain itu, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai stok BBM yang diperkirakan hanya cukup untuk 20 hari juga memicu kekhawatiran publik.
Airlangga berpendapat bahwa saat ini belum saatnya untuk menilai secara menyeluruh pengaruh yang ditimbulkan oleh situasi konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional. “Kita tentu melihat situasinya, masih too early to call,” ungkapnya.
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian