SURABAYA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya menggencarkan upaya masyarakat untuk aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) atau KTP digital.
Dari total 2,2 juta warga yang telah melakukan perekaman data kependudukan, baru 16 persen atau sekitar 371 ribu orang yang sudah aktivasi IKD.
Di Kecamatan Pabean Cantian, dari 54 ribu warga yang telah melakukan perekaman, sebanyak 12 ribu orang telah aktivasi IKD.
Salah seorang warga, Dinda Nuralifiah, memutuskan beralih ke IKD setelah kehilangan e-KTP fisik.
’’Saya kehilangan fisik e-KTP dan tidak menyimpan fotokopinya. Setelah datang ke kecamatan untuk mencetak ulang, saya memutuskan beralih ke IKD,’’ katanya.
’’Lebih praktis karena tersimpan di handphone dan pasti lebih aman karena saya selalu membawa ponsel ke mana-mana,’’ lanjut Dinda saat melakukan perekaman di kantor Kecamatan Pabean Cantian, Selasa (8/10).
Camat Pabean Cantian Muhammad Januar Rizal menyatakan bahwa pihaknya terus menggalakkan program peralihan ke IKD.
Saat ini warga yang sudah aktivasi IKD di wilayah tersebut mencapai 22 persen.
’’Kami menargetkan aktivasi IKD mencapai 30 persen bulan ini, terutama di kalangan perekam pemula. Mereka yang baru kali pertama melakukan perekaman data akan otomatis menggunakan IKD,’’ lanjutnya.
Ternyata, memang perlu ada upaya proaktif dari pemerintah setempat.
Sehingga, untuk mencapai target tersebut, layanan jemput bola semakin diperluas.
Warga bisa melakukan peralihan dari KTP fisik ke IKD melalui layanan kependudukan di balai RW.
Dengan begitu, mereka tidak perlu datang ke kantor kecamatan. (ian/c7/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana