Bahlil Tegaskan Pasokan BBM Cukup, Warga Diminta Tak Panic Buying

Afida Rahma Tsabita • Dipublikasikan Selasa, 10 Maret 2026 | 13:04 WIB
Bahlil Lahadalia dalam  Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-1 Tahun 2026. (@bahlillahadalia)
Bahlil Lahadalia dalam Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-1 Tahun 2026. (@bahlillahadalia)

RADAR MALANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjamin stok BBM nasional tetap aman di tengah kekhawatiran menipisnya pasokan minyak akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. 

"Sekali lagi saya katakan, aman. Jadi enggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru. Insyaallah aman," ujar Bahlil, dikutip dari CNN Indonesia. 

Bahlil menjelaskan kapasitas penyimpanan cadangan nasional Indonesia hanya mampu menampung stok BBM berkisar 20 hingga 25 hari. Ia menyampaikan bahwa kapasitas tersebut sudah sesuai dengan standar nasional yang lebih dari 20 hari.

Baca Juga: Bahlil Pasang Target Baru, Cadangan BBM Nasional Diupayakan Tahan hingga 90 Hari

"Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman," ungkap Bahlil.

"Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar," tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah muncul fenomena panic buying di masyarakat menyusul kabar bahwa persediaan BBM Indonesia hanya cukup untuk 20 hari di tengah memanasnya ketegangan geopolitik global. 

Bahlil menjelaskan bahwa minyak Indonesia yang berasal dari Timur Tengah adalah minyak mentah dan hanya mencakup 25 persen dari total kebutuhan negara. Ia menyatakan bahwa pemerintah melalui Pertamina telah mendapatkan pasokan baru dari Amerika Serikat, Nigeria, dan Brasil. 

Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang. Sebab, produksi dan distribusi BBM terus berlangsung.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
BBM bahlil lahadalia