RADAR MALANG – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengimbau seluruh anggota Kabinet Merah Putih untuk merayakan Idulfitri tahun ini dengan cara sederhana. Imbauan ini menindaklanjuti arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada Jumat (13/3).
“Kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan manakala menyelenggarakan kegiatan open house atau halalbihalal,” ujar Prasetyo Hadi, dikutip dari Kementerian Sekretariat Negara RI.
Ia menambahkan, bencana alam di sejumlah daerah serta dinamika global yang tengah berlangsung turut memengaruhi kehidupan masyarakat sehingga pemerintah diminta mengedepankan sikap sederhana.
Baca Juga: Para Menteri Kabinet Merah Putih Kumpul di Kantor Kemhan, Bahas Realisasi Program Strategis Presiden
“Sesuai dengan petunjuk beliau [Presiden Prabowo Subianto], kemarin kami sudah menyampaikan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk kami imbau untuk tidak berlebihan di dalam menyelenggarakan open house maupun halalbihalal karena bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita pada kondisi yang belum baik,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta kepada menteri-menterinya untuk tidak menyelenggarakan acara open house yang berlebihan saat perayaan Idulfitri. Ia mengingatkan para pejabat untuk mampu memberikan teladan yang baik kepada masyarakat.
"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan. Saudara kita di daerah bencana dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat tapi kita juga jangan total, istilahnya tutup semua acara, kalau tidak, ekonomi kita juga nggak jalan," tegasnya.
Imbauan ini tidak lepas dari rangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak awal tahun. Sepanjang Januari–Maret 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 588 kejadian bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
Sementara itu, konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel juga memberikan tekanan signifikan terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi global.
Situasi tersebut berdampak pada lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok, dan ketidakpastian pasar keuangan.
Editor : Aditya Novrian