JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan terhadap kelompok yang enggan bekerja sama dalam proses pembangunan negara.Ia menyatakan kelompok tersebut tetap merupakan rakyat Indonesia yang patut dihormati, meskipun memiliki pandangan yang berbeda.
“Ada fenomena yang kita rasakan bersama, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga yang memiliki sikap tidak mau bekerja sama. Kita hormati, kita tidak ada masalah,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4). Prabowo menganalogikan fenomena ini dengan pembangunan jembatan di suatu desa.
Ia menjelaskan bahwa ada beberapa warga yang lebih memilih untuk tidak ikut membantu, sementara tetap aktif mengkritik jalannya pembangunan.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Melambung? Simak Kebijakan Baru Presiden Prabowo Terkait Kenaikan Harga Aftur
“Boleh kritik, boleh. Hanya saya juga tidak mengerti kalau orang mau bangun jembatan, dia duduk saja, tidak mau ikut, tapi mengkritik. Padahal rakyat desa minta dibangunkan jembatan, dan saya bangun untuk rakyat kita,” ucapnya.
Prabowo menekankan bahwa pemerintah akan tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan demi kepentingan rakyat, terlepas dari kritik yang datang, terutama dari mereka yang tidak ikut serta secara langsung.
Ia menyebut, situasi tersebut bukanlah hal baru. Pada masa penjajahan, banyak individu dari bangsa sendiri yang justru mempermudah pihak asing dalam mengeksploitasi sumber daya Indonesia.
“Selalu ada saudara-saudara kita sendiri yang mempermudah bangsa asing menjajah dan merampok kekayaan kita. Jadi ini bukan fenomena baru,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, sikap iri, dengki, kebencian, dan dendam adalah bagian dari sifat manusia yang perlu dihadapi dengan kebijaksanaan.
“Ini hal biasa. Bibit dengki, iri, dan kebencian itu bagian dari manusia. Kita tidak boleh kaget,” tegasnya.
Editor : Aditya Novrian