Gibran Tanggapi Usulan Jusuf Kalla Naikkan Harga BBM: Maaf, Tidak Sejalan dengan Arahan Prabowo

Afida Rahma Tsabita • Dipublikasikan Jumat, 10 April 2026 | 11:45 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka. (@gibran_rakabuming)
Wapres Gibran Rakabuming Raka. (@gibran_rakabuming)

RADAR MALANG – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan atas usulan dari Jusuf Kalla (JK) mengenai rencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Gibran menegaskan bahwa saran tersebut tidak sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

"Namun, mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil," ujarnya, dikutip dari JawaPos.com, pada Kamis (9/4).

Ia menjelaskan, fokus pemerintah saat ini adalah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran. Langkah ini krusial agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak terkena dampak dari kenaikan harga BBM, seperti lonjakan harga bahan pokok dan biaya transportasi.

Di samping itu, pemerintah juga giat mendorong percepatan transisi ke penggunaan kendaraan listrik dan sumber energi terbarukan. 

Baca Juga: DPR Ingatkan Potensi Pembengkakan Subsidi BBM, Imbas Melonjaknya Harga Minyak Dunia

"Hari ini Bapak Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah," tambahnya.

JK menyampaikan usulannya untuk menaikkan harga BBM pada Minggu (5/4). Menurutnya, subsidi untuk BBM justru akan meningkatkan defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), serta menambah beban utang.

"Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga," ungkapnya, dikutip dari Kompas, pada Kamis (9/4).

Ia menambahkan, harga yang lebih tinggi akan mendorong masyarakat lebih bijak dan membatasi pemakaian BBM sehingga penghematan energi yang diinginkan pemerintah dapat tercapai.

“Ya, kalau mau seperti dahulu yang kita lakukan pada 2005–2006, saat krisis, yaitu dengan menaikkan harga. Supaya dengan harga naik, otomatis orang mengurangi pemakaian BBM. Mereka tidak pergi ke mana-mana jika tidak perlu. Itu bisa mengurangi setengah pemakaian BBM. Tetapi kalau diberikan harga murah, orang akan seenaknya,” imbuhnya.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Kompas.com, Jawa Pos
BBM jusuf kalla gibran