Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Said Abdullah Ajak Tokoh NU Jatim Pilih PDIP sebagai Rumah Politik

Afida Rahma Tsabita • Senin, 13 April 2026 | 12:00 WIB
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah. (@budi_leksono99)
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah. (@budi_leksono99)

SURABAYA, RADAR MALANG – Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah mengajak tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur untuk menjadikan PDIP sebagai rumah politik.

Ajakan tersebut disampaikan Said dalam acara halalbihalal di kantor DPD PDIP Jawa Timur, pada Minggu (12/4). Ia menekankan relasi antara NU dan PDIP dengan Jawa Timur yang telah lama dikenal sebagai basis “Ijo-Abang”. Menurut Said, basis sosial tersebut mengakar hingga ke tingkat kampung. 

“Jawa Timur ini basisnya Ijo-Abang (hijau-merah), santri dan abangan, santri cerminan dari kekuatan Nahdlatul Ulama (NU), abang menandakan kekuatan nasional, PDIP. Keduanya menjadi akar politik hingga ke kampung di Jawa Timur,” ungkapnya, dikutip dari JawaPos.com, pada Minggu (12/4).

Said menyoroti adanya kesamaan kondisi sosial antara santri dan abangan. Ia menyebut keduanya hanya berbeda dalam praktik keagamaan, tetapi dinilai sama-sama menghadapi persoalan kemiskinan, pendidikan, dan pekerjaan.

“Pokoknya sama-sama kisah sedih isinya. Banyak kesamaannya, minim perbedaannya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pembagian tugas antara lembaga keagamaan dan partai politik. Menurutnya,  NU bertanggung jawab memberdayakan umat, sedangkan PDIP bertugas memperjuangkan kebijakan yang mendukung rakyat. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa prinsip Islam Wasathiyah telah menjadi panduan dalam tindakan politik PDIP. Ia menolak seluruh pendekatan keagamaan yang menimbulkan ketakutan, khususnya terhadap kelompok minoritas.

“Kita menolak Islam dihadirkan secara menakutkan, terutama di hadapanan kelompok minoritas, padahal mereka saudara sebangsa sendiri. Keislaman kita harus memayungi, memberi rahmat, dan kedamaian, ” tegasnya.

Said juga menyatakan kebahagiaannya atas partisipasi tokoh-tokoh NU yang masuk ke dalam PDIP. Ia turut mengajak tokoh-tokoh NU lain untuk bergabung dalam PDIP.

“Dengan demikian, kami senang sekali bila ada tokoh-tokoh NU ikut menjadikan PDI Perjuangan sebagai rumah politiknya, kami di Jawa Timur ada Gus Wahab, di pusat ada KH. Dr. Abdullah Aswar Anas, dan masih banyak lagi, saya berharap para kiai, gus, bu nyai dan ning ikut ber-ijtihad politik, membersamai PDI Perjuangan, agar tadinya anak-anak ini kurang baik ibadahnya, kemudian menjadi lebih baik,” tuturnya.

Terakhir, Said menggarisbawahi bahwa ikut serta dalam penyebaran agama dan kegiatan politik bersama PDIP memiliki nilai yang sangat besar.

Editor : Aditya Novrian
#Halalbihalal #Jatim #NU #PDIP