“Titik paling dasar yang menentukan apakah proses belajar dapat berlangsung dengan baik adalah dengan memastikan negara memiliki sistem pelayanan pendidikan yang maksimal bagi anak,” ujar Puan.
Baca Juga: RUU BPIP Ditetapkan sebagai Prioritas Prolegnas, Segera Dibahas Komisi XIII DPR
Ia secara khusus menyoroti persoalan sarana dan prasarana di Sekolah Dasar Negeri Tando, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
“Hari ini kita melihat bagaimana masih ada anak-anak harus bersekolah di bawah pohon, kesulitan membeli buku dan pensil, bahkan sampai ada yang setiap hari harus melalui perjalanan ekstrem untuk sampai ke sekolah,” jelasnya.
Sebuah video viral di media sosial menampilkan beberapa anak SDN Tando belajar di bawah pohon akibat keterbatasan ruang kelas. Kondisi ini telah berlangsung sejak tahun 2018.
Baca Juga: Meta Patuhi PP Tunas, DPR: Capaian Komdigi Lindungi Anak di Ruang Digital
SDN Tando memiliki tiga ruang kelas permanen, dengan satu ruang kelas nonpermanen ukuran 5x6 meter yang dibangun oleh orang tua murid. Ruang kelas tersebut memiliki dinding dan atap yang berasal dari seng.
Digunakan oleh siswa kelas 2 dan 3, ruang kelas tersebut tidak memiliki sekat pembatas sehingga para siswa melakukan kegiatan belajar dalam ruang yang sempit.
Saat cuaca cerah, kedua kelas akan bergantian untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di bawah pohon agar mereka tidak saling terganggu.
Puan menganggap situasi di SDN Tando sebagai salah satu gambaran keprihatinan dalam layanan pendidikan di Indonesia.
“Ketika ruang belajar belum tersedia dalam waktu panjang, kita bisa melihat adanya jarak antara prioritas kebijakan dan kebutuhan yang paling nyata di lapangan,” ucapnya.
Ia memberikan apresiasi atas langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang telah mulai mempersiapkan ruang kelas tambahan di SDN Tando. Puan menyatakan, negara harus memastikan sistem pelayanan pendidikan yang optimal bagi anak.
“Prinsipnya, Negara harus hadir saat rakyatnya membutuhkan. Apalagi ini menyangkut kebutuhan pendidikan anak-anak kita,” tegas Puan.
Editor : Aditya Novrian