MAGELANG, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada 503 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) se-Indonesia dalam retret yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kesatuan meskipun terdapat perbedaan latar belakang, baik itu suku, asal daerah hingga partai politik.
Baca Juga: Prabowo Temui Putin di Moskow, Konsultasi Strategis Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Dunia
“Kita berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, daerah yang berbeda, suku yang berbeda, pendidikan yang berbeda, profesi yang berbeda, dan partai politik yang berbeda. Namun, sebagai anak bangsa, kita tetap satu,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk berbicara dari hati ke hati guna menyampaikan kondisi bangsa secara jujur.
“Saya ingin bicara apa adanya. Mungkin apa yang saya sampaikan nanti ada yang kurang berkenan, mungkin ada yang tersinggung, ada yang sedih,” ujarnya.
Prabowo menyebut seluruh ketua DPRD sebagai patriot yang mencintai tanah air, bangsa, dan rakyat Indonesia.
“Saya datang ke sini dengan anggapan bahwa kita semua di tempat ini adalah patriot. Kita cinta tanah air, kita cinta bangsa, dan kita cinta rakyat,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Tanggapi Kelompok yang Enggan Bekerja Sama: Kita Hormati
Retret yang berlangsung pada 15–19 April ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, menanamkan nilai cinta tanah air dan kebangsaan, serta menyelaraskan visi kebijakan pemerintah pusat dan daerah.
Selama lima hari, para peserta dibekali materi strategis terkait fungsi DPRD, termasuk peran lembaga legislatif dalam mendukung pemerintah daerah merealisasikan Asta Cita sebagaimana dipaparkan oleh Menteri Dalam Negeri.
Materi juga mencakup geopolitik, tantangan kebangsaan, wawasan Pancasila, Undang-undang Dasar, ketahanan nasional hingga penekanan aspek pelayanan publik.
Agenda ini resmi ditutup oleh Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily. Seluruh Ketua DPRD yang hadir dinyatakan lulus dan menerima sertifikat pembekalan.
Editor : Aditya Novrian