Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Prabowo-Luhut Gelar Pertemuan Empat Mata di Istana, Bahas Langkah Antisipasi Konflik Global

Afida Rahma Tsabita • Rabu, 22 April 2026 | 13:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (@sekretariat.kabinet)
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. (@sekretariat.kabinet)

JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/4). 

Pertemuan tersebut digelar untuk membahas kondisi ekonomi tanah air dan dinamika situasi global di tengah konflik Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Sekretariat Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (21/4). 

Baca Juga: DPR RI Gelar Rapat Paripurna Ke-17 Sahkan RUU PSDK dan PPRT, Begini Detail Isinya

“Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Bapak Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, 21 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan ekonomi dalam negeri dan dinamika global,” tulis Teddy dalam unggahannya.

Menurut keterangan tersebut, aktivitas ekonomi dalam negeri dianggap masih sangat stabil, tetapi pemerintah tetap memperkuat kesiapsiagaan terhadap pengaruh ketidakpastian di tingkat global.

“Aktivitas ekonomi nasional dinilai masih sangat terjaga, namun kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif untuk merespons dampak konflik global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan,” demikian bunyi pernyataan dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: RUU PPRT Akhirnya Disahkan! Ini 12 Poin Utamanya

Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan sejumlah skenario kebijakan untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mematikan APBN tetap terjaga.

Salah satu skenario yang diusulkan yaitu penguatan digitalisasi pemerintahan atau GovTech. GovTech sendiri adalah penggunaan teknologi komunikasi dan informasi oleh pemerintah yang bertujuan untuk memperbaiki layanan publik, mengoptimalkan manajemen internal, serta mendukung kebijakan publik.

Digitalisasi tersebut saat ini tengah diuji coba di Banyuwangi dan akan diperluas ke 42 kabupaten dan kota. Langkah ini diharapkan mampu memperbaiki akurasi distribusi bansos dan mendorong tata kelola bantuan sosial yang lebih transparan.

"Langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran bansos," imbuh di keterangan tersebut.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas mengenai peluang pemerintah untuk menggaet lebih banyak modal asing di tengah dinamika global, khususnya dari kawasan Timur Tengah. 

“Seiring dinamika global, pemerintah juga melihat peluang untuk menarik arus modal, terutama dari Timur Tengah, melalui percepatan pembentukan Indonesia Financial Center guna memperkuat daya tarik investasi nasional,” ungkap Teddy.

 

Editor : Aditya Novrian
#konflik global #Prabowo #Luhut Binsar Pandjaitan