Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Percepat Transisi Energi, Pemerintah Targetkan PSEL Kurangi 33.000 Ton Sampah per Hari di 2029

Afida Rahma Tsabita • Kamis, 23 April 2026 | 13:50 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4). (@menluri)
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4). (@menluri)

JAKARTA, RADAR MALANG – Pemerintah tengah mempercepat proses pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mengatasi permasalahan sampah sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat. 

Langkah ini ditempuh karena jumlah sampah yang dihasilkan Indonesia telah mencapai 140 ribu ton per hari. Sementara itu, kapasitas tempat pemrosesan akhir (TPA) dan angka pengolahan melalui pendekatan reduce, reuse, recycle (3R) masih sangat terbatas.

Baca Juga: PSEL di Malang Raya Terombang-ambing Lokasi

Karena keterbatasan tersebut, PSEL diharapkan mampu mengurangi sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik melalui teknologi berbasis termal, seperti insinerasi.

Pembangunan PSEL difokuskan pada kawasan perkotaan yang memproduksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari. Targetnya, timbulan sampah dapat dikurangi hingga 33.000 ton setiap harinya pada tahun 2029.

"PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari (pada 2029) atau setara 22,48 persen dari total timbulan sampah nasional," ujar Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari di konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4).

Baca Juga: Mengenal PSEL, Teknologi yang Akan Terealisasi di Malang dengan Ubah Sampah Menjadi Energi Listrik

Menurut Qodari, selain menekan timbulan sampah dan memperbaiki taraf hidup masyarakat, PSEL juga memberikan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi negara. Misalnya, melalui daya tarik investasi dan terciptanya lapangan kerja baru.

"PSEL juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi, antara lain melalui investasi, penciptaan lapangan kerja baru, dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi," imbuh Qodari.

Sebanyak 30 lokasi/aglomerasi di 61 kabupaten/kota di Indonesia akan dibangun PSEL oleh Pemerintah. Masing-masing lokasi ditargetkan memiliki kapasitas olah sampah lebih dari 1.000 ton per hari. Dengan begitu, tercapailah target pengurangan sampah sebesar 33.000 ton per hari.

Terkait pelaksanaannya, tahap awal pembangunan akan dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) PSEL pada Juni 2026 di lima kota, yaitu Kota Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya. 

 

Editor : Aditya Novrian
#energi #PSEL #Sampah