Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Prabowo Panggil AHY hingga Rosan ke Istana, Bahas Sejumlah Isu Strategis

Afida Rahma Tsabita • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:15 WIB
AHY usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Selasa (12/5). (@agusyudhoyono)
AHY usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Selasa (12/5). (@agusyudhoyono)

JAKARTA, RADAR MALANG – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan pada Selasa (12/5). Rapat tersebut difokuskan pada sejumlah program strategis nasional di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. 

Sejumlah menteri yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo hingga Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan. 

Baca Juga: Rekam Jejak Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Dilantik Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Dalam keterangannya usai rapat, AHY mengungkapkan sejumlah isu utama yang menjadi pembahasan. Pertama, pematangan proyek tanggul laut raksasa (giant sea wall) untuk melindungi kawasan Pantai Utara Jawa.

"Kami baru saja menghadap Bapak Presiden di Istana Merdeka untuk melaporkan sejumlah isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Terutama terkait dengan sejumlah program kerja prioritas nasional. Di antaranya kami tadi melaporkan konsep pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa," ungkapnya.

Langkah tersebut juga dinilainya untuk melindungi masyarakat di daerah Pantura sekaligus mempertahankan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. 

Baca Juga: DPR RI Gelar Rapat Paripurna Ke-17 Sahkan RUU PSDK dan PPRT, Begini Detail Isinya

Kedua, dibahas juga mengenai perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang menunjukkan kemajuan positif. 

"Termasuk juga perumahan, irigasi, dan berbagai fasilitas umum, termasuk untuk kesehatan, pendidikan, dan rumah-rumah ibadah, secara umum bisa diikuti progres yang baik, walaupun ada sejumlah isu yang juga masih menjadi tantangan di lapangan," jelasnya.

Ketiga, AHY juga membagikan arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat pembangunan jaringan kereta api nasional di jalur Trans Sumatera, trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi.

Baca Juga: Menteri PPPA Turun Tangan, Desak Penutupan Menyeluruh Ponpes Ndolo Kusumo

Dalam kesempatan yang sama, dibahas juga langkah penanganan insiden kereta di Stasiun Bekasi Timur, seperti rencana pembangunan fasilitas keselamatan di 76 perlintasan sebidang di Jawa dan sebagian Sumatera.

Kemudian, rencana penutupan titik-titik rawan, memperbarui sistem sinyal, dan modernisasi sistem perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan penumpang.

"Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," imbuhnya.

Keempat, rapat juga menyoroti kemajuan pembangunan jalan daerah guna mendukung ketahanan serta swasembada pangan nasional.

Terakhir, AHY mengatakan Prabowo juga menyampaikan semangat Gerakan Indonesia ASRI untuk menyelesaikan permasalahan sampah, menata kawasan kumuh, dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di tanah air.

 

Editor : Aditya Novrian
#Prabowo #Rapat Terbatas #giant sea wall #isu strategis