MALANG KOTA – Setelah mencopot Sekda Erik Setyo Santoso dan merotasi sejumlah pejabat, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat membentuk tim khusus. Mereka ditugaskan bergerak untuk menyiapkan pengisian puluhan kursi jabatan yang kosong.
Seperti diberitakan, Jumat lalu (31/7) merotasi sejumlah pejabat, termasuk Sekda. Setelah mutasi dan rotasi tersebut, terdapat sekitar 70 jabatan kosong. Mulai eselon IV hingga eselon II. Khusus Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) alias kepala dinas (kadis), masih ada enam kursi yang kosong. Di antaranya kursi sekda, kepala dinas lingkungan hidup (dlh), inspektur inspektorat, dan badan pendapatan daerah (bapenda).
Selain itu, juga kursi sekretaris DPRD dan dinas tenaga kerja-penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (Naker-PMPTSP). Pengisian jabatan ini ditargetkan selesai Agustus ini.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, bulan ini pihaknya membentuk komite untuk menyiapkan pengisian jabatan yang masih kosong. Baik pada level pimpinan tinggi pratama maupun jabatan administrator dan pengawas.
Dia menargetkan seluruh jabatan kosong bakal terisi dalam Agustus ini. Tujuannya agar roda pemerintahan berjalan lebih optimal. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam meningkatkan pelayanan publik.
"Untuk itu, saya mendorong ASN (aparatur sipil negara) segera melakukan pengisian di sistem manajemen talenta," tandasnya.
Meskipun sudah dilakukan pelantikan Jumat lalu (31/7), dia mengatakan, pengisian jabatan kosong tidak dapat dilakukan secara instan. Setiap perpindahan pejabat akan memunculkan kekosongan jabatan lainnya.
"Pelantikan kemarin (Jumat, 31/7) untuk mengisi beberapa jabatan kosong. Pergeseran ini membuat posisi lain juga harus ditinggalkan, sehingga membutuhkan proses," jelasnya.
Untuk itu, dia melanjutkan, pelantikan pejabat tahap kedua dijadwalkan terlaksana pada Agustus ini. Wahyu menambahkan, ribuan ASN telah terjaring dalam pemetaan talenta. Namun proses pengunggahan data belum terlaksana, sehingga belum semua pegawai masuk dalam pemeringkatan sesuai kriterianya.
"Saya memberi kesempatan untuk ASN Pemkot Malang memperbarui data di manajemen talenta. Pengisian jabatan masih memprioritaskan dari internal," tandasnya.
Di lain pihak, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Malang Harvard Kurniawan menekankan bahwa pengisian sisa jabatan kosong diharapkan tidak terlalu lama. Sebab menjelang akhir tahun, semakin banyak program yang harus dijalankan.
"Jangan sampai karena banyak jabatan kosong program tidak maksimal menimbulkan SiLPA," terangnya.
Harvard menegaskan, kekosongan jabatan penting selalu menjadi perhatian dewan. Di setiap paripurna maupun rapat kerja, legislatif terus mendorong agar kursi yang kosong segera diisi.
"Tidak hanya kepala perangkat daerah. Pengisian jabatan harus sampai level bawah, karena mereka pelaksana di lapangan,' pungkasnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan