MALANG KOTA – Pelaksanaan angkutan pelajar tinggal menghitung hari. Jika tak ada aral, kick off program tersebut dimulai dua hari lagi, yakni Rabu lusa (12/8). Kini persiapannya tinggal memasuki tahapan akhir.
Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menuturkan, persiapan teknis menyisakan satu tahapan. Yaitu audit koperasi oleh pihak eksternal.
”Kami upayakan Senin ini (hari ini, 10/8) audit koperasi segera selesai. Kemungkinan Rabu (12/8) mulai berjalan,” ujar Ipung, sapaan akrab Purwono Tjokro Darsono.
Dia mengatakan, audit merupakan salah satu poin aturan baru dalam peraturan wali kota (perwali). Sehingga ketika belum dilaksanakan, program angkutan pelajar tidak bisa bergulir.
"Berdasarkan rapat Jumat lalu (7/8) persiapan tinggal audit saja. Sehingga kami optimistis bisa berjalan pekan ini," terangnya.
Terkait teknis lainnya seperti pemasangan stiker juga sudah dilaksanakan. Angkot yang terpilih telah dipasang stiker berisi tulisan ”angkutan pelajar gratis”. Tulisan terpajang di sisi depan maupun belakang angkot. Tujuannya memudahkan siswa melakukan identifikasi.
Ipung menambahkan, pihaknya juga akan menyiapkan kesepakatan dengan driver angkot. Karena membawa penumpang berstatus pelajar, mereka tidak boleh sekadar pengemudi. Namun sebagai orang tua selama perjalanan.
"Termasuk nanti driver harus aktif untuk berkomunikasi dengan murid," tandasnya.
Untuk pemantauan program angkot pelajar, dia mengatakan, koperasi angkot menggunakan aplikasi khusus. Sistem tersebut merupakan bantuan dari Pemprov Jatim. Seluruh armada yang terpilih telah dipasang GPS (alat pelacak), sehingga bisa diketahui posisi kendaraan.
"Kami juga tekankan untuk tidak terlambat dalam penjemputan. Jam lima pagi harus sudah siap," imbuh Ipung.
Di lain pihak, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menambahkan, persiapan sisi pemkot sudah dirampungkan. Tinggal menunggu kesiapan akhir dari koperasi.
"Audit itu wajib untuk memastikan pengawasan dan pelaporan dari koperasi bisa berjalan dengan baik," ucap Jaya.
Dalam pemilihan armada angkutan pelajar, dishub menetapkan sejumlah persyaratan. Kendaraan wajib memiliki perizinan yang masih berlaku dan dinyatakan layak jalan dengan lolos Uji Kir.
"Karena yang diangkut adalah masyarakat, khususnya para pelajar. Maka kendaraan yang digunakan harus benar-benar layak beroperasi,” tegasnya.
Anggaran angkutan pelajar mencapai Rp 1,9 miliar. Dengan telah ditetapkan sebanyak 15 rute. Merupakan kombinasi rute bus halokes dan trayek angkot yang sudah ada sebelumnya. (adk/dan)
Editor : Mahmudan