Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Deni Abdikan Diri Dampingi Pengidap Penyakit Kronis meski Kena Kanker

Mardi Sampurno • Minggu, 28 Agustus 2022 | 20:29 WIB
Deni Dwiyanti
Deni Dwiyanti
Mendampingi orang dengan penyakit kronis bukanlah perkara mudah. Butuh kesabaran untuk memberikan keyakinan plus waktu yang tidak sebentar. Namun, Deni Dwiyanti mengabdikan sebagian hidupnya agar tidak ada orang-orang yang menyerah di tengah jalan dalam menjalani pengobatan penyakit kronis.

Bagi sebagian orang, hidup dengan penyakit kronis (seperti kanker) ibarat tidak punya harapan untuk hidup. Namun, pekerjaan sehari-hari yang kerap mendampingi pasien penyakit kronis membangkitkan semangat Deni Dwiyanti. Kini, dia tak hanya berdamai bersama kanker, tapi juga meluangkan waktunya mendampingi sesama pejuang kanker yang kebingungan dalam pengobatan. 

Pengalaman Deni sebagai pendamping bermula saat dirinya bekerja di bagian radioterapi RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA). Sejak tahun 2000, dia kerap memberikan motivasi terhadap pasien kanker yang menjalani radioterapi. Tapi kondisi tersebut berubah. Deni yang awalnya hanya sekadar memotivasi, justru mengalami titik balik dalam hidupnya. Pada 2019, dia divonis kanker payudara stadium 2A. 

”Pendampingan dan motivasi tidak berhenti saya berikan. Karena saya tahu benar perjuangan pasien kanker tidak mudah. Dan untuk bisa bangkit diperlukan pihak-pihak yang memberikan semangat,” ujar perempuan kelahiran Ambon tersebut. 

Jika dulu pendampingan dilakukan di sela-sela pekerjaan, kini kegiatan tersebut semakin intens. Tidak hanya pendampingan lewat ponsel, tetapi juga melalui komunitas Sahabat Peduli Kanker (SPK). Bahkan, kunjungan ke rumah-rumah pasien turut dia lakukan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. 

Selama menjadi pendamping pasien kanker, Deni banyak merasakan pengalaman berkesan. Apalagi jika bertemu dengan pasien-pasien yang divonis kanker untuk pertama kali. Banyak yang down dan ingin mengakhiri hidup. Namun berkat keyakinan yang diberikan, mereka bisa kembali bersemangat untuk tetap hidup bermanfaat. 

Ditanya apakah pernah merasa lelah? Deni menjawab dengan tegas jika dia belum pernah merasakan hal tersebut. “Karena saya kembalikan ke diri sendiri, semisal saya yang butuh bagaimana? Selain itu mendampingi mereka juga membantu saya mengisi waktu,” sambung perempuan 55 tersebut. 

Momen kehilangan temanteman seperjuangan juga pernah dirasakannya. Misalnya saja pada bulan Mei 2022. Rekan satu komunitasnya yang bersama-sama melakukan pendampingan harus berpulang. 

“Kami pengurus komunitas langsung drop. Saya sedih sekali, tapi pada prinsipnya semua ada garisnya. Saya kembalikan ke Allah SWT. Bagi saya, Allah tidak pernah keliru meletakkan musibah kepada siapa pun. Sama seperti saya saat pertama divonis kanker,” pungkas ibu tiga anak itu. (mel/fat) Editor : Mardi Sampurno
#inspiratif #Sahabat Peduli Kanker #Penyakit kronis #Kanker