Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nunuk Mengabdikan Diri Dampingi Pengidap HIV/AIDS, Bahagia ODHA Bisa Bangkit

Mardi Sampurno • Minggu, 28 Agustus 2022 | 20:39 WIB
Nunuk Pujiastutik
Nunuk Pujiastutik
Mendampingi orang dengan penyakit kronis bukanlah perkara mudah. Butuh kesabaran untuk memberikan keyakinan plus waktu yang tidak sebentar. Namun, Nunuk Pujiastutik mengabdikan sebagian hidupnya agar tidak ada orang-orang yang menyerah di tengah jalan dalam menjalani pengobatan penyakit kronis.

Selain para penyintas, ada pula orang bukan penyintas yang merelakan waktunya untuk mendampingi pasien penyakit kronis. Dia adalah Nunuk Pujiastutik. Perempuan asli Dampit, Kabupaten Malang, itu sudah satu dekade mendampingi orang-orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) sejak 2012. 

Saat ditanya soal alasan, perempuan yang akrab disapa Nunuk itu menjawab tidak ada alasan tertentu. Dia hanya ingin peduli. Terlebih lagi, para ODHA kerap dikucilkan, bahkan ditolak oleh lingkungan. 

Terjunnya Nunuk dalam dunia pendampingan ODHA dimulai saat dia bertemu rekan-rekan yang memiliki kesadaran sama. Nunuk bersama rekan-rekannya lantas membentuk Yayasan Warga Peduli AIDS (WPA) Turen. Dia terlibat dalam pendampingan hingga memandikan ODHA yang wafat. 

”Kami berinisiatif membentuk WPA untuk mengatasi hal-hal seperti itu. Misalnya saja, kami banyak mendapatkan laporan ODHA yang dikucilkan dan ODHA yang meninggal dunia, tapi tidak ada yang mau memandikan. Padahal, HIV/AIDS tidak menular melalui udara,” katanya. 

Nunuk mengungkapkan, selama ini dia banyak mendampingi ODHA dari kalangan ibu-ibu. Para ibu malang tersebut tertular HIV/AIDS dari suaminya. Banyak dari mereka yang menganggap jika penyakit tersebut adalah akhir segalanya. Padahal, justru momen itu bisa menjadi awal yang baru. 

“Sebagai seorang ibu, saya tentu paham betul. Jadi, saya dan teman-teman berupaya memberikan pengarahan kepada mereka,” jelas istri Mahmudi tersebut. 

Bagi Nunuk, tidak ada pengalaman yang lebih berkesan dibandingkan menyaksikan para ODHA mampu bangkit kembali dan bersemangat dalam menjalani pengobatan. Terutama jika para ODHA mau meminum ARV, sehingga viral load-nya undetectable. Yakni, jumlah virus dalam darah yang sangat rendah sampai tidak terdeteksi dengan alat pemeriksaan yang digunakan. 

”Bahkan, ada ODHA yang kami dampingi bisa bertahan sejak 2009 sampai sekarang. Masih sehat karena dia rutin menjalani pengobatan. Tapi ada juga yang putus-putus pengobatannya, sehingga ada 5-6 tahun meninggal dunia,” imbuh ibu tiga anak tersebut. 

Sejauh ini Nunuk sudah banyak mendampingi ODHA dari berbagai kawasan di Kabupaten Malang. Seperti Turen, Dampit, Tirtoyudho, Sitiharjo, hingga Wajak. Bahkan dia bersama komunitasnya juga mendampingi keluarga ODHA yang turut dikucilkan dari lingkungannya seperti anakanak. (mel/fat) Editor : Mardi Sampurno
#ODHA #HIV #AIDS #inspiratif #Pasien