Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penggiat Literasi Anak di Kota Malang, Bikin Platform Wadahi Penulis Cilik

Mardi Sampurno • Senin, 12 September 2022 | 02:51 WIB
Photo
Photo
Kamis, 8 September lalu, dunia memperingati Hari Aksara Internasional yang kini juga dikenal sebagai hari literasi. Momen itu penting bagi Indonesia mengingat budaya baca buku negeri ini sangat rendah. Peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei. Mengajarkan budaya baca buku tentu sangat penting dilakukan sejak dini. Termasuk dengan cara menulis buku cerita anak yang dilakukan penulis berikut ini.

Sejak kecil Rizka Amaliah jatuh cinta pada sastra. Darah kedua orang tuanyalah yang mengalirkan kecintaan itu. Meski ayah dan ibunya berprofesi sebagai guru agama, namun mereka aktif berkecimpung dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sastra dan bahasa. Misalnya MC, puisi, dan pidato. 

Lingkungan keluarga yang seperti itu mendorong Rizka punya ketertarikan pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kebahasaan. Apalagi banyak fasilitas membaca yang disediakan oleh orang tuanya. ”Dulu di rumah berlangganan sebuah majalah yang di sana banyak karya-karya sastranya,” ujarnya. 

Ibu tiga anak itu pun kini memiliki banyak peran. Pertama, dia adalah dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Perempuan yang tinggal di kawasan Bandulan itu juga aktif menulis cerita-cerita anak. 

Bahkan saat ini dia sedang merintis sebuah platform bernama saungkanak.com yang mewadahi penulis-penulis cerita anak. Perempuan yang sempat bercita-cita sebagai guru TK itu seolah tak mau meninggalkan dunia anak-anak. Barangkali itulah harga yang pas untuk membayar cita-cita yang sedikit meleset kini. “Dulu ingin jadi guru untuk anak-anak, sekarang jadinya guru orang-orang dewasa,” ungkapnya. 

Sebagai orang yang mengerti bahasa dan sastra, Rizka mencoba membuat hal baru dalam cerita anak. Sebab, kebanyakan cerita anak selama ini tidak membawa misi tertentu. Selain itu, bahasa yang digunakan terlalu under estimate pada kemampuan anak. 

Dalam setiap karyanya, Rizka selalu memunculkan bahasa yang kompleks. Cara itu dinilai bisa merangsang otak anak-anak untuk bisa berpikir tingkat tinggi. ”Itu sudah saya uji coba dan hasilnya anak-anak paham. Setelah membaca, mereka jadi bertanya-tanya. Artinya, cara itu berhasil,” terangnya. 

Puluhan karya Rizka kini sudah terbit di berbagai media penerbitan. Salah satunya yang berjudul Kaki-Kaki Kecil Ramadhan. Dia juga sedang menunggu proses ilustrasi untuk novel anak yang baru saja tuntas. Novel yang akan segera terbit itu berjudul Bocah-Bocah Pelipat Semesta. 

Novel itu mengangkat misi lingkungan dan penulisannya melalui riset-riset tertentu. Latar lokasinya dari berbagai wilayah di Indonesia. Tujuannya, agar unsur fantasi dan budaya bisa lebur. (dre/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Penulis Buku Cerita Anak #membaca #anak #Buku Cerita Anak #Hari Aksara Internasional #Hari Literasi