Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perempuan di Instansi Pemadam Kebakaran, Banyak Skill Baru Tak Merasa Berat

Mardi Sampurno • Minggu, 25 September 2022 | 21:27 WIB
Erma Yunita Damkar
Erma Yunita Damkar
Kebanyakan perempuan mungkin memilih pekerjaan yang nyaman dan tidak menantang bahaya. Namun perempuan ini berbeda. Ia bergabung dengan UPT Pemadam Kebakaran. Harus siap berjibaku dengan api yang terkadang mengancam keselamatan.

Saat mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS), Erma Yunita tidak pernah membayangkan akan lolos menjadi bagian dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang. Namun dia tetap melakoni pekerjaan yang lebih akrab dengan kaum adam itu. Kebetulan kedua orang tuanya juga mendukung karena sang putri sudah mendapatkan pekerjaan. 

Erma sebenarnya baru bergabung sebagai anggota damkar pada April 2022. Namun dia sudah diterjunkan beberapa kali untuk ikut membantu aktivitas penyelamatan. Di antaranya evakuasi sarang tawon di Universitas Kanjuruhan, kebakaran di Ciptomulyo, dan kebakaran pabrik kertas di Pandanlandung. 

“Awalnya sempat bingung. Misalnya, saat diterjunkan ke lapangan harus bantu apa. Akhirnya melihat teman-teman dulu, kemudian membantu mereka. Pernah juga diminta menjadi operator di mobil damkar untuk menyalurkan air,” cerita perempuan berusia 26 tahun itu. 

Seperti halnya saat kebakaran di pabrik kertas di Pandanlandung. Dengan intensitas kebakaran yang cukup besar, Erma ikut diperbantukan memadamkan api yang membakar pabrik di Kabupaten Malang itu. ”Yang agak susah saat membantu menyemprot bagian dalam. Bahkan saya baru sampai Kota Malang lagi jam setengah 3 pagi,” ungkap penghobi baca itu. 

Mengetahui dirinya bertugas hingga pagi hari, kedua orang tuanya tetap memberikan dukungan kepada bungsu dari 2 bersaudara itu. Erma mengatakan, orang tuanya tak pernah absen memberi pesan kepadanya agar menjaga diri. 

Meski begitu, Erma menyatakan tidak pernah merasa berat. Sebab, dirinya banyak mendapatkan keterampilan dan ilmu baru. 

Seperti cara memadamkan api, melakukan penanganan pertama, memegang ular, hingga memberikan sosialisasi soal damkar kepada anak-anak. “Apalagi kalau sudah di lapangan. Tidak pernah mikir keberatan. Yang penting api cepat dipadamkan dan pekerjaan selesai,” katanya lantas terkekeh. (mel/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Pemadaman #cpns #ASN #Evakuasi #pemadam kebakaran