Usianya baru menginjak 17 tahun. Namun Engelicha Hayla sudah tertarik untuk membantu pekerjaan tim pemadam kebakaran. Remaja asal Kelurahan Genitri, Kecamatan Sukun itu pun bergabung dengan organisasi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Malang dan menjadi anggota termuda.
Saat ini Engelicha masih duduk di bangku kelas XIII SMK. Namun dedikasi untuk menjadi relawan sudah tertanam sejak kelas XI. Bukan atas ajakan atau perintah dari orang lain. Melainkan berbekal keinginan untuk membantu sesama. Bagi Engelicha, bahagia adalah saat melihat orang lain tertawa. Hingga pada tahun 2020, dia memutuskan untuk bergabung jadi relawan. ”Saya belajar cara memadamkan api, belajar medis juga,” terang dia.
Setelah bergabung di Redkar, Engelicha lebih banyak mendapatkan tugas di bagian medis. Namun dia tidak mempermasalahkan penugasan itu. Bahkan bisa menikmatinya. ”Tapi saya juga pernah bantu memadamkan api, meski berada di bagian medis,” cerita dia.
Dia menjelaskan, peran tim medis dalam pemadam kebakaran juga tidak boleh disepelekan. Sebab, peristiwa kebakaran besar tak jarang memunculkan korban. Baik dari kalangan masyarakat maupun tim pemadam yang terkena api. Saat itulah Engelicha harus sigap memberikan pertolongan. Guna menambah kemampuan dalam hak pertolongan medis, Engelicha rajin belajar ke PMI.
Disinggung alasan memilih di Redkar, Engelicha mengaku jiwa relawan sudah mendarah daging dalam tubuhnya. Bahkan bisa dibilang sebagai panggilan jiwa. Selain itu, di komunitas relawan, rasa kebersamaan dan kekeluargaan sangat tinggi.
Semua itu membuat dirinya betah. ”Walaupun capek, basahbasahan, sepertinya ini sudah menjadi kehidupan saya. Yang paling bahagia ketika korban bisa kembali tertawa,” kata dia.
Apa yang dilakukan Engelicha sempat membuat keluarganya khawatir. Empat bulan pertama sejak bergabung dengan Redkar, dia selalu dicari saat tidak berada di rumah. Namun Engelicha selalu bisa meyakinkan bahwa apa yang dia lakukan adalah pekerjaan mulia.
”Saat ini sudah tidak dikhawatirkan lagi. Kadang sepulang sekolah, jika ada kebakaran, saya langsung ke lokasi. Saya belum sempat memberi kabar. Orang tua sudah paham,” ucapnya. (nif/fat) Editor : Mardi Sampurno