Dikisahkan oleh sang nenek Suwanti, Fahira terlahir sebagai anak prematur kembar. Saudara kembarnya terlahir dalam kondisi normal. Sementara Fahira merupakan tunanetra total. ”Dia diketahui tunanetra total saat diberi mainan yang bersuara. Ditarik ke kanan dan kiri, matanya tidak merespons. Tidak melihat pergerakan benda,” kata Suwanti.
Meski masih amat muda dan tumbuh dalam keadaan tidak bisa melihat, gadis cilik asal Tajinan itu punya talenta. Terutama dalam melantunkan ayat suci Alquran, menyanyi, serta bersalawat. Bahkan, dia kerap menjuarai sejumlah kompetisi.
Contohnya, juara 1 Lomba Menyanyi Kota Malang tahun 2022, Juara 3 Lomba Sambung Ayat dan Tebak Surat seMalang Raya tahun 2021, Juara 1 Lomba Baca Puisi Tahun 2022, serta Juara 3 DDKIDS GOT Talent tahun 2020.
”Kalau menyanyi, Fahira bisa belajar secara otodidak. Jika ada lagu yang dia suka dan mengena di hati, maka dia minta di-download dan diperdengarkan. Setelah hafal baru minta dicarikan versi karaokenya di YouTube,” terang Suwanti.
Sementara untuk menghafal Alquran, Suwanti-lah yang kerap mendampingi dengan cara menyimak dan mengikuti Fahira menghafal. Baik menyanyi maupun membaca Alquran sudah diarahkan sejak Fahira masih duduk di kelas 1 SD pada 2019.
Fahira menambahkan, meski diarahkan oleh keluarganya, dia tidak merasa terpaksa sama sekali. Sebab, keputusannya untuk menekuni dunia tarik suara dan ayat suci juga merupakan keinginannya sendiri.
”Saya ingin menjadi ustadzah yang pintar baca Alquran dan menyanyi,” tandas gadis yang pernah viral di TikTok setelah melantunkan ayat suci di hadapan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto pada Juli 2022 lalu itu. (mel/fat) Editor : Mardi Sampurno