Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sekar Ayu Ramadhani, Juara 1 Nasional Lomba Astra Honda Motor Best Student

Mardi Sampurno • Rabu, 26 Oktober 2022 | 21:28 WIB
KREATIF: Sekar Ayu Ramadhani mempresentasikan alat pengering kopi bertenaga matahari buatannya yang menyabet juara 1 tingkat nasional AHM Best Student bidang invensi pada 24 September lalu. (SEKAR AYU RAMADHANI FOR RADAR MALANG)
KREATIF: Sekar Ayu Ramadhani mempresentasikan alat pengering kopi bertenaga matahari buatannya yang menyabet juara 1 tingkat nasional AHM Best Student bidang invensi pada 24 September lalu. (SEKAR AYU RAMADHANI FOR RADAR MALANG)
 

Di usia yang masih remaja, Sekar Ayu Ramdhani sudah memikirkan masalah yang dihadapi para petani kopi di desanya. Yakni kualitas produksi yang rendah akibat tingginya curah hujan sepanjang tahun. Karena itulah dia menciptakan alat pengering kopi bertenaga matahari yang akhirnya malah mendapat penghargaan nasional.

KARYA yang diciptakan dengan kesungguhan hati pasti tidak akan mengecewakan. Itu pula yang saat ini dirasakan Sekar Ayu Ramdhani. Menjadi anak petani kopi di daerah yang memiliki curah hujan tinggi membuatnya kerap mendengar keluhan sang Ayah. Bahwa hasil produksi kopinya selalu saja berkualitas rendah. Waktu pengeringan terlalu lama.

Maklum, saat musim kemarau, sinar matahari hanya ada mulai pukul 09.00 sampai 13.00 saja. Apalagi kalau musim hujan. Sepanjang hari bisa tidak mendapatkan sinar matahari.

Ya, Sekar merupakan gadis yang berasal dari Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Namun sejak menginjak usia SMP, dia memutuskan untuk menjadi santri di salah satu pondok pesantren tahfidz kawasan Sawojajar, Kota Malang. Selama menjadi santri, Sekar mampu menghafal 6 juz Alquran dan mengantarkannya masuk ke SMAN 8 Malang melalui jalur prestasi.

Kini, siswi kelas XI Mipa 4 itu juga memiliki prestasi di bidang penelitian. Yakni juara 1 Lomba Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2022 Kategori Invensi. Sebuah kebanggaan besar bagi Sekar karena mendapatkan penghargaan tertinggi dalam event pertama yang dia ikuti.

Dalam ajang lomba itu, Sekar banyak mendapat ide dari permasalahan sang ayah sebagai petani kopi di daerah dengan curah hujan tinggi. Berangkat dari masalah rendahnya kualitas kopi akibat proses jemur yang memakan waktu lama, tebersit ide menciptakan alat yang bisa mengeringkan kopi dengan lebih cepat.

Bak gayung bersambut, ide itu disetujui oleh guru pembimbing. “Saat itu guru pembimbing bilang, kalau latar belakang permasalahannya hanya berasal dari satu orang kurang kuat. Akhirnya, saya diminta melakukan survei lapangan di Desa Sumbertangkil,” terangnya.

Dari hasil survei itu, Sekar mendapatkan kenyataan bahwa keluhan terbatasnya sinar matahari untuk proses menjemur kopi tidak hanya dirasakan sang Ayah. Semua petani kopi di Sumbertangkil mengeluhkan hal yang sama.

Sulung dari dua bersaudara itu lantas menjelaskan, di desanya terdapat 2.100 petani kopi. Total luas lahan kebun kopi mencapai 4.700 hektare. Produktivitasnya 2.300 ton per tahun. Jika bisa menciptakan alat pengering kopi yang bagus dan berbiaya murah, maka dia bisa membantu mengatasi keluhan para petani tentang rendahnya kualitas produk mereka.

Namun sebagai pelajar SMA, Sekar masih memiliki keterbatasan dalam membuat alat pengering kopi bertenaga matahari. Maka pihak sekolah menghubungkan dia dengan jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang (UM). Bimbingan di UM dijalani Sekar selama tiga minggu untuk pembuatan alat pengering kopi. “Sepulang sekolah saya ke UM untuk pembuatan alat itu,” ucapnya.

Tiga minggu berlalu, alat pengering kopi berbentuk seperti rak mini yang memiliki tabung di tengahnya itu pun akhirnya selesai dibuat. Menurut Sekar, alat itu memiliki kapasitas 2 kilogram kopi dalam sekali proses pengeringan. “Waktu pengeringan berkisar 2 sampai 3 jam saja,” ungkapnya.

Alat tersebut pernah dipresentasikan di Desa Sumbertangkil. Para petani pun menyambut positif. Namun masih ada satu masalah, yakni kapasitas pengeringan yang terlalu kecil. Untuk itu, Sekar berencana membuat alat yang lebih besar agar bisa menampung lebih banyak kopi dalam satu kali proses pengeringan. “Tapi tentu harus melibatkan pihak ketiga yang mau memproduksi alat tersebut,” ujarnya.

Jika alat yang lebih besar benar-benar bisa diproduksi, Sekar yakin akan sangat membantu petani kopi di Sumbertangkil. Sebab, dengan curah hujan yang tinggi, petani desa membutuhkan waktu pengeringan kopi selama 15 hari. Padahal untuk mendapatkan kualitas kopi yang bagus, idealnya pengeringan dilakukan maksimal 7 hari saja. “Kalau kualitas kopinya bagus bisa dijual Rp 26 ribu per kilogram. Tapi petani di sana hanya bisa menjual Rp 20 ribu per kilogram karena kualitas yang rendah itu,” imbuhnya.

Alat yang dibuat Sekar itu akhirnya bisa menjuarai Astra Honda Motor Best Student 2022 bidang invensi. Sebelum maju ke tingkat nasional, Sekar lebih dulu mengikuti kompetisi di tingkat regional yang diadakan pada Agustus lalu. Dari kompetisi tingkat regional itu, tiga posisi teratas diduduki oleh sekolah yang ada di Malang.

Saat ketiga sekolah tersebut menjadi delegasi regional, hanya Sekar yang akhirnya lolos untuk melakukan. Atas idenya itu, dia menyabet juara pertama bidang invensi tingkat nasional dalam AHM Best Student 2022 yang di gelar 24 September 2022 lalu. (*/fat) Editor : Mardi Sampurno
#siswi SMAN 8 Malang #Astra Honda Motor Best Student. siswa berprestasi #AHM Best Student 2022