KECINTAAN seseorang terhadap sesuatu tak jarang datang dari hal yang tidak biasa. Tak terkecuali Indira Aulia, anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Malang Kecamatan Singosari. Dia bergabung dengan organisasi relawan hanya karena menonton drama Korea (Drakor).
Kisah itu diungkapkan dara asal Kelurahan Watugede, Kecamatan Singosari, pada Jumat (4/11). Pada 2016, Indira yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA sangat menggandrungi drama Korea. ”Doctor Stranger dan Descendant of The Sun. Kebetulan tema dari dua Drakor itu soal kedokteran. Dari sana tumbuh keinginan saya masuk ke ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR),” terang dia.
Sejak saat itu, kecintaan terhadap dunia relawan terus tumbuh. Apalagi pada saat itu dia ikut menangani korban bencana angin puting beliung di Desa Langlang, Kecamatan Singosari. Itu adalah pengalaman pertamanya turun ke lokasi bencana.
”Dari sana,saya belajar untuk asesmen bencana. Utamanya dalam menentukan prioritas yang harus ditangani terlebih dahulu, dibenahi, dan memilah mana rusak ringan dan berat. Jadi tidak akan lupa pengalaman tersebut,” imbuh gadis berusia 22 tahun tersebut.
Selepas sekolah, Indira bergabung dengan KSR PMI Kabupaten Malang. Diawali dengan mengikuti Diklatsar Relawan PMI se-Kabupaten Malang tahun 2018. Apabila di Kabupaten Malang bagian utara terdapat bencana, maka dapat dipastikan sosok Indira akan hadir di lokasi kejadian.
Karena sudah menjadi bagian dari KSR, Indira dituntut siap dengan segala bentuk keadaan darurat. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, kebakaran, hingga penemuan jenazah sudah pernah dia tangani. Utamanya saat kebagian piket.
Tak jarang dia harus menangani beberapa kejadian dalam sehari dan benar-benar merepotkan. ”Pernah ada penemuan jenazah di Dusun Morotanjek (Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari). Aksesnya sulit, menyeberang rel kereta api dalam kondisi hujan deras,” cerita mahasiswi Universitas Muhammadiyah Gresik tersebut.
Meski sulit, evakuasi harus tetap dilaksanakan. Seusai evakuasi, ternyata ada masalah di rumah duka korban. Selesai urusan jenazah, malah ada kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia yang membutuhkan penanganan.
Tidak hanya menolong korban saat terjadi bencana atau kecelakaan. Indira juga aktif mengajar ekstrakurikuler PMR di sebuah sekolah. Repot? Tentu saja. Tapi Indira betulbetul menikmati perannya sebagai relawan kemanusiaan. Karena dari sana, ia merasa kehadirannya berarti untuk orang lain yang membutuhkan pertolongan. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno