Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fransisca Novia Lisa Ayu Rachmadani, Juara Olimpiade, Piawai Seriosa

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Minggu, 26 Februari 2023 | 18:00 WIB
PILIHAN : Fransisca Novia Lisa Ayu Rachmadani dalam Duta Kampus UM 2022. (Lisa for Radar Malang)
PILIHAN : Fransisca Novia Lisa Ayu Rachmadani dalam Duta Kampus UM 2022. (Lisa for Radar Malang)
 

Cantik dan pintar. Itu lah sosok Fransisca Novia Lisa Ayu Rachmadani. Mahasiswi semester enam Universitas Negeri Malang (UM) itu menjuarai berbagai lomba menyanyi, pageant, sekaligus mengantongi prestasi akademik. Prestasi akademiknya bukan kaleng-kaleng, melainkan juara Olimpiade IPS.

++++

RADAR MALANG - Tak banyak perempuan yang mempunyai prestasi akademik sekaligus non-akademik. Umumnya, seseorang akan lemah di bidang akademik jika sudah menguasai non-akademik.

Sebaliknya, lemah secara non-akademik ketika sudah jago di bidang akademik. Tapi bagi Lisa, keduanya punya kedudukan sejajar.

Itulah yang selama ini dia kejar dan berhasil meraihnya. Di bidang akademik, dia mengoleksi sederet medali Olimpiade.

Terbaru, sulung dari empat bersaudara itu meraih dua medali perak dari hasil Olimpiade Geografi dan Sains tingkat Nasional, 2022 lalu.

Sedangkan prestasi non-akademik, mahasiswi semester enam UM itu banyak menjuarai berbagai lomba menyanyi.

Namun bagi Lisa, prestasi yang paling berkesan adalah ketika menjuarai ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) 2022 lalu.
Baca Juga : Membanggakan, Mahasiswa FEB UM Raih Juara 1 Study Case Competition.

Sebab di ajang tersebut Lisa mencoba tantangan baru dan menang, yakni lomba seriosa. Dalam ajang tersebut, dia berhasil menjadi juara dua.

Tentu itu menjadi kebanggaan untuk dirinya dan almamater yang ia wakili.

Bakat menyanyi seriosa muncul dari keluarga. Ibu dan neneknya juga jago menyanyi seriosa.

“Ibu penyanyi dan eyang-eyang juga ada yang jadi penyanyi seriosa. Tapi ada juga yang penyanyi keroncong,” beber  Lisa.

Selain mengalir darah seni dalam keluarga Lisa, dia juga mengasah kemampuannya melalui les. Sejak SD, Lisa kecil sudah diajari teknik olah vokal.

“Saya belajar semua teknik bernyanyi,” ucapnya. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Ada perbedaan signifikan dalam menyanyikan lagu seriosa, jika dibandingkan musik genre lain seperti pop.

Untuk membawakan lagu seriosa, si penyanyi harus menguasai teknik dasar yakni bel canto. Ini merupakan gaya bernyanyi yang mengedepankan aspek keindahan.

Penyanyi bel canto harus mampu menyanyi tanpa interupsi saat pengambilan napas dan mengganti register vokal.

“Penyanyi seriosa harus menguasai semua teknik bernyanyi. Mulai teknik bawah, tengah, hingga atas,” terangnya.

Sebab, kebanyakan penyanyi untuk genre lagu non-seriosa hanya menguasai teknik tengah  dan teknik atas.

“Kalau seriosa kan suara perut, dada, leher, hingga head voice harus dikuasai,” imbuhnya.
Baca Juga : Mahasiswa S1 Geografi Universitas Negeri Malang, Peraih Medali Emas ISC.

Rata-rata, perempuan yang hobi berenang lebih banyak menggunakan teknik head voice dalam membawakan lagi seriosa.

Teknik menyanyi itulah yang sering salah dipahami oleh kebanyakan orang. Teknik bernyanyi head voice berbeda dengan falset.

Keduanya sama-sama nada tinggi tapi teknik yang digunakan berbeda. “Kalau head voice lebih natural dalam keluarnya suara. Kalau falset sedikit dipaksa,” ucapnya.

Photo
Photo
BARENG : Fransisca Novia Lisa Ayu Rachmadani bersama keluarga usai memenangi Duta Kampus UM 2022. (Lisa for Radar Malang)

Gadis yang kini menjabat sebagai the winner duta kampus UM 2022 itu juga tengah aktif dalam kegiatan branding kampus. Berkecimpung dalam dunia peagent pun menyisakan cerita tersendiri.

Dia mulai nyemplung dalam dunia peagent sejak SMA. Saat itu Lisa dinobatkan menjadi juara 3 Adipati Ayu.

Keberhasilannya itu ia gunakan bekal mengikuti kontes Kangmas Nimas Kota Batu 2019 lalu. Namun, keberuntungan belum berpihak kepadanya.

Lisa gugur pada seleksi tahap pertama. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Meski begitu, semangatnya tak surut. Dia kembali mencoba peruntungan di ajang pemilihan Joko Roro Kabupaten Malang 2021 lalu, namun gagal.

Pada tahun yang sama, Lisa juga ikut pemilihan duta kampus UM dan gagal juga. “Saya pikir memang dunia saya ya menyanyi,” ucapnya getir.

Setahun kemudian, dia mengikuti kompetisi serupa dan terpilih menjadi duta kampus UM 2022. Barangkali karena sudah beberapa kali gagal, pada 2022 itu dia tidak berharap banyak.

“Saya mendaftar 5 menit sebelum pendaftaran ditutup. Memang enggak niat awalnya,” ucapnya disertai gelak tawa.

“Saya benar-benar nggak  menyangka. Setelah harapan menjadi duta kampus dan duta wisata pupus, Tuhan malah memercayakan ini,” katanya.

Kini Lisa meyakini, dalam mengejar apa pun yang diinginkan, ada tangan Tuhan yang bekerja. (dre/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##beritamalang #radarmalang ##jawaposradarmalang ##mediaonlinemalang ##beritamalanghariini ##radarmalanghariini