Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (1)

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 4 April 2023 | 03:00 WIB
Atlet angkat besi PABSI Kota Malang sedang latihan, beberapa waktu lalu.
Atlet angkat besi PABSI Kota Malang sedang latihan, beberapa waktu lalu.
 
Batasi Aktivitas usai Latihan, Tambah Asupan Protein

Menu latihan atlet angkat besi itu berat, apalagi harus dijalani sambil menjalankan ibadah puasa. Itulah yang dirasakan M. Human Zaky, atlet Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Malang. Dia terus berlatih sambil menahan lapar dan dahaga agar bisa tampil prima dalam Porprov Jatim VIII, September depan.

GALIH R. PRASETYO

MATAHARI baru beranjak dari ufuk timur, tapi camp latihan PABSI Kota Malang di Terminal Arjosari sudah riuh, Sabtu lalu (1/4). Pekikan atlet bersahut-sahutan dengan suara besi yang berjatuhan.

Ada yang mengucap ”bismillah”, ”bisa”, dan kata-kata lain untuk menyemangati diri masing-masing. Kadang, ada juga atlet yang meminta tolong, saat beban yang diangkat terlalu berat.

Muhammad Human Zaky yang pagi itu ikut berlatih juga tidak bisa rasa lelah akibat kerasnya berlatih. ”Kalau kurang konsentrasi, besinya bisa tidak terangkat,” kata Zaky sembari mengusap keringat yang membasahi tubuhnya.

Latihan hari itu sejatinya bukan program paling berat yang dijalani atlet asal Kota Malang tersebut. Sebab, tujuan programnya adalah untuk menunjang power atlet saat  mengangkat beban.

Namun karena berlatih dalam keadaan berpuasa, latihan menjadi terasa lebih berat dari biasanya. Tentu saja, dia merasa lapar dan dahaga meski hari masih pagi.

”(tenggorokan) rasanya seret, mas,” kata atlet berusia 21 tahun itu.
Baca Juga : Angkat Jemuran, Lansia Jatuh ke Sungai.

Pada bulan di luar Ramadan, Zaky tidak bisa jauh dari air selama latihan. Hampir setiap usai mengangkat beban, Zaky meminum air.

Ini untuk mempercepat proses recovery tubuhnya. Selain itu, juga agar bisa rileks sejenak usai angkat beban puluhan kilogram.

Peraih medali emas Porprov Jatim 2022 lalu itu punya tips untuk sedikit meringankan bebannya dalam menjalani latihan di bulan Ramadan ini. Salah satunya, menambah jam tidur.

Baginya, tidur tidak sekadar untuk pemulihan usai latihan. Tapi juga cara untuk menahan godaan membatalkan puasa.

”Mungkin karena terlalu haus, rasanya seperti ada yang memanggil-manggil, ayo makan dan minum es buah,” selorohnya sembari tertawa lepas.

Selain menambah jam tidur, dia juga membatasi aktivitas usai latihan. ”Biasanya, siang itu hanya tidur,” tambah alumnus SMKN 8 Kota Malang itu. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Usai tidur siang, sore hari dia latihan lagi. Tantangan latihan sore lebih berat, khususnya hari Senin, Selasa, dan Jumat.

Dia merasa beban yang diangkat terasa lebih berat, sehingga sulit mencapai level terbaiknya. Mungkin karena tenaga Zaky sudah banyak terkuras sejak pagi.

Ketika sore, lifter angkat besi yang tampil kelas 55 itu tenaganya terkuras lebih besar lagi. Akibatnya, angkatnya sering tereduksi dan sulit mencapai level terbaiknya.

Jika umumnya angkatan snacth mencapai 101 kilogram, maka saat puasa diturunkan menjadi 95 kilogram saja. Sedangkan untuk angkatan clean and jerk Zaky turun 10 kilogram dibandingkan hari di luar Ramadan.

"Latihan sore itu lebih berat lagi. Karena berlatih angkat besi saat tubuh tidak dalam kondisi terbaik," jelas anak kedua dari dua bersaudara tersebut.

Ini karena, tenaga dalam tubuh sudah terkuras akibat menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar. Apalagi pada sore Zaky harus berlatih banyak program.
Baca Juga : Tumbang, Pohon Trembesi Menimpa Dua Bangunan.

Mulai angkatan snacth,  clean and jerk, sampai full snacth. Umumnya, program tersebut dilakukan dalam durasi 2 sampai 3 jam.

Lalu atlet dituntut mencapai angkat terbaiknya selama Pekan Olahraga Provisi (Porprov) mendatang.

Meski banyak tantangan, Zaky tidak mau puasanya batal. Dia merasa eman apabila hal tersebut sampai terjadi.

"Saya belum tentu bertemu Ramadan tahun depan. Jadi, saat ada kesempatan, maksimal saja," ucapnya.

Baginya, Ramadan sangat mengasyikkan, meski sangat berat. Dia merasakan suasana yang berbeda.

Rasa kebersamaan di tempat latihan makin terasa, apalagi dia kerap sahur dan buka bersama dengan rekan di PABSI. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Selain mengatur jam istirahat, cara lain yang dilakukan Zaky adalah menjaga pola makan. Umumnya, dia memilih asupan seperti makan daging ayam atau sapi saat berbuka puasa atau sahur.

Lalu ditunjang minuman yang mengandung protein. "Untuk mengangkat beban itu butuh power. Jadi butuh tenaga baik dalam tubuh," jelas penyuka sepak bola tersebut.

Dalam setiap latihan, minimal beban yang biasa diangkat adalah  60-70 kilogram. Satu moment minimal lima kali angkatan, dengan masing-masing angkatan ditambah bebannya.

Kini, Zaky tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Porprov Jatim VIII, September depan.

Dalam seminggu, dia berlatih sebanyak enam kali. Umumnya setiap latihan memakan durasi 2-4 jam. (*/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##malangkipa ##beritamalang #radarmalang ##wisatamalang ##kulinermalang ##jawaposradarmalang #malang ##mediaonlinemalang #kotamalang ##beritamalanghariini ##mahasiswamalang