Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (3)

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Kamis, 6 April 2023 | 03:00 WIB
KEJAR LIMIT WAKTU: Dewa Radika Syah berlatih di Kabupaten Lumajang kemarin (4/4).  Saat porsi latihan sangat berat, dia memutuskan untuk mengganti puasa di bulan lain.
KEJAR LIMIT WAKTU: Dewa Radika Syah berlatih di Kabupaten Lumajang kemarin (4/4).  Saat porsi latihan sangat berat, dia memutuskan untuk mengganti puasa di bulan lain.
 
Bisa Menuntaskan Puasa sambil Latihan Lari Itu Sangat Spesial

Ramadan tahun ini penuh tantangan bagi Dewa Radika Syah. Atlet lari asal Kabupaten Malang itu dituntut bekerja keras untuk mengejar limit waktu atau kecepatan untuk PON 2024. Kalau bisa menyelesaikan puasa sambil berlatih, dia merasakan sebuah kemenangan tersendiri.

GALIH R. PRASETYO

NAPAS Dewa terdengar berat saat wartawan koran ini menghubunginya Senin malam (3/4). Saat itu dia sedang berada di Lapangan Talok, Lumajang.

Di ujung sambungan telepon, Dewa berujar kalau baru saja saja menuntaskan latihan kedua.

Dalam sehari biasanya ada tiga sesi latihan yang harus dijalani atlet asal Kabupaten Malang tersebut. Sesi pertama dilaksanakan pagi hari, yakni pukul 08.00.

Setelah itu berlanjut pada sore hari pada pukul 16.00. Sesi terakhir berupa latihan malam pada pukul 20.00.

Selama menjalani aktivitas itu, program yang harus dijalani cukup beragam. Mulai dari latihan kekuatan otot, lari, sampai daya tahan.

Namun, semua itu wajib dijalani anak pertama dari dua bersaudara itu selama Ramadan untuk mengejar limit waktu lari di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (2). 

”Meski terlihat hanya 1 detik, tapi butuh kerja benar-benar keras,” katanya.

Tergeletak di lintasan atau sesekali muntah di lapangan bukan hal asing bagi Dewa saat menjalani latihan keras.

Sebab tenaganya benar-benar digenjot untuk meningkatkan performa lari. Karena itu, bisa menuntaskan puasa di tengah latihan benar-benar istimewa bagi pelari spesialis 400 meter tersebut.

”Kalau puasanya tuntas itu seperti merasakan kemenangan," ujarnya. Sayang, peraih perak nomor lari 400 meter di PON XX Papua tersebut tidak selalu bisa berpuasa pada Ramadan tahun ini.

Pada momentum latihan dengan level dan intensitas tinggi, dia memilih menggantinya di luar bulan suci. Sebab, pada momentum tersebut performa tidak boleh kendur.

Andai itu terjadi, limit waktu yang harus dicapai pasti  sulit untuk terwujud. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Alumnus SMA Negeri Olahraga Jatim di Sidoarjo itu menganalogikan dengan bensin untuk mobil. Apabila untuk sampai tujuan butuh 10 liter, tentunya tidak cukup diisi 8 liter saja.

”Saat tidak berpuasa, saya selalu berusaha izin ke Allah,” terang dia.

Karena itu, dia juga berdoa semoga Allah memberi toleransi bagi dirinya yang sedang menyiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan lari di Jawa Tengah bulan depan.

Sekaligus memohon agar punya kesempatan tampil di PON Aceh mendatang. Bagi atlet kelahiran 18 Januari 2001 itu, lolos ke PON 2024 sangatlah penting.

Sebab, setelah ayahnya berpulang, dia menjadi sosok tulang punggung keluarga. Bisa dibilang penghasilannya berasal dari cabang olahraga yang dia tekuni tersebut.

”Demi mengejar kesempatan itu, terpaksa puasanya tidak full,” terang mahasiswa semester 8 Universitas Negeri Surabaya tersebut.
Baca Juga : Cerit Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (1).

Informasi tentang SK atlet untuknya juga belum turun apabila belum ada kepastian lolos masuk PON.

Karena itu, aktivitas latihan sejak bulan lalu di Lumajang didanai sendiri alias merogoh uang pribadi. Sebagian dibantu pelatihnya untuk tempat menginap.

Saat ini, Dewa hanya mempunyai dua kesempatan untuk bisa tampil di PON 2024 Aceh. Itu menyusul kegagalannya pada ajang atletik Jawa Timur Open awal tahun ini.

Kesempatan pertama adalah dengan mencapai limit waktu di Jawa Tengah Open yang akan di helat Mei mendatang.

Sedangkan kesempatan kedua ada di Kejuaraan Nasional Atletik Juni mendatang. ”Apabila gagal di dua event itu langsung dicoret,” katanya.

Pada dua ajang itu, saingan bakal berasal dari berbagai penjuru wilayah. Sebab, hingga saat ini yang sudah dipastikan masuk PON untuk lari baru satu atlet saja. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Limit waktu untuk bisa tampil di PON 2024 Aceh adalah 48,90 detik. Sebelumnya, pada PON XX Papua, limit lari yang harus dimiliki calon peserta adalah 49 detik.

Umumnya para atlet harus latihan berbulan-bulan sampai tahun untuk mengejar interval waktu satu detik itu.

Keputusan Dewa untuk tidak berpuasa puasa juga sudah diskusikan dengan pelatihnya.

Sang pelatih pun menyetujui lantaran beban latihan yang harus dijalani untuk mencapai target sangatlah berat.

Apalagi Dewa  tak lagi punya banyak waktu sebelum melakoni kejuaraan.

Meski harus rela melewatkan banyak puasa, Dewa tetap memanfaatkan momentum bulan suci untuk beribadah. Seperti ikut salat Tarawih hingga buka puasa bersama.
Baca Juga : Porsi Latihan Atlet Selam Tetap 6 Kali Seminggu di Bulan Ramadan.

Saat magrib dia memang ikut makan bersama dengan atlet asal Jawa Timur lain di rumah pelatihnya.

Dewa sadar betul bahwa tidak semua orang beruntung bisa bertemu bulan Ramadan. Karena itu, dalam kondisi apa pun bulan suci tetap harus dilalui sebaik mungkin.

Prinsip itulah yang membuatnya selalu respect kepada orang-orang yang berpuasa. Dewa selalu berusaha bersembunyi apabila makan atau minum saat latihan agar orang lain tidak terganggu.

Kondisi itu berbeda dengan Ramadan tahun 2021. Kala itu Dewa berhasil menjalani latihan sembari puasa dengan lancar.

Itu karena dia  tidak menjalani latihan sampai tiga kali sehari. ”Kondisi tubuh juga sangat bagus. Tinggal maintenance saja,” terang pemuda asal Bululawang itu.

Beda dengan tahun ini, di mana dia harus mengembalikan performa seperti saat PON Papua 202. Itu karena pada 2022 lalu tidak ada event.

Pencairan bonus yang terlambat juga membuatnya kesulitan aktif. Dulu, saat berpuasa dan melakukan latihan, Dewa mengaku punya sejumlah cara supaya ibadahnya tuntas sampai magrib.

Salah satunya dengan mengatur asupan makanan. Harus bergizi dan proporsional. ”Banyak minum air putih dan makan sehat. Lalu di tambah suplemen yang kandungannya sayur,” terang dia. (*/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##malangkipa ##beritamalang #radarmalang ##wisatamalang ##kulinermalang ##jawaposradarmalang #malang ##mediaonlinemalang #kotamalang ##beritamalanghariini ##mahasiswamalang